Breaking News:

Cerita Petani Porang di Jatim Rasakan Manfaat Pupuk Bersubsidi Kementan

Porang merupakan produk unggulan di Jawa Timur yang hasilnya bisa diekspor ke luar negeri.

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/TribunJatim.com
Ilustrasi - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat melihat langsung porang hasil tanam petani di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Porang merupakan produk unggulan di Jawa Timur yang hasilnya bisa diekspor ke luar negeri. Tanaman jenis umbi-umbian ini mulai banyak ditanam karena memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan.

Hal penting agar porang bisa tumbuh dengan baik, yaitu proses pemupukan. Oleh sebab itu program pupuk bersubsidi dari pemerintah sangat diharapkan oleh para petani.

Pupuk murah dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) sangat membantu kualitas tanaman serta meringankan biaya produksi para petani saat masa tanam.

Yuliarta Darma Suganda, petani porang asal Desa Plandaan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, turut merasakan manfaat dengan adanya pupuk bersubsidi dari Kementan.

"Porang sendiri butuh nutrisi yang banyak untuk membesarkan umbinya, kalau kita pakai yang non subsidi ya pasti biaya lebih besar juga kan. Ada bantuan dari pemerintah itu sendiri sangat membantu saya menanam porang," ungkapnya, Selasa (21/9/2021).

Suganda mengatakan sempat mengalami kesulitan sebelum adanya pupuk subsidi. Terlebih masa pertama tanam butuh waktu dua tahun untuk sekali panen.

"Jadi memang saya karena masih belajar juga kalau pakai yang non subsidi itu habisnya pasti banyak, otomatis biaya untuk penanaman semakin banyak, Jadi memang kalahnya petani-petani porang itu disitu," ujar Suganda.

"Karena masa tanamannya lama, biayanya mahal akhirnya ketika panen keuntungannya tidak banyak. Dengan ada subsidi ini kan lebih menekan untuk biaya masa tanamannya itu," imbuhnya.

Suganda mengaku, dirinya sudah menanam porang selama empat tahun ini telah melakukan satu kali panen selama masa tanam tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved