Breaking News:

Berita Probolinggo

Dua Pejabat Pemkab Probolinggo Lari ke Mobil seusai Diperiksa Penyidik KPK, Hindari Wartawan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Edy Suryanto menghindari wartawan

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Danendra Kusuma
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Edy Suryanto masuk mobil usai diperiksa penyidik KPK, Selasa (21/9). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Edy Suryanto menghindari wartawan yang hendak mewawancarainya ihwal pemeriksaan.

Usai diperiksa tim penyidik KPK sekira pukul 19.40 WIB, dua pejabat itu lari tunggang langgang lantas masuk mobil Mitsubishi Pajero Hitam Nopol N 1097 NA. Pintu dan kaca mobil langsung ditutup rapat.

Tak lama, sopir tancap gas meninggalkan lokasi pemeriksaan yakni Mapolresta Probolinggo.

Sebelumnya, sejumlah wartawan sempat mewawancarai Edy Suryanto saat berjalan menuju masjid Polresta Probolinggo untuk menunaikan Salat Asar.

Namun, Edy enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait pemeriksaan. "Salat, ya. Salat, ya," katanya singkat sembari menyatukan kedua tangan seolah meminta maaf, Selasa (21/9).

Selain mereka, Kepala BKD Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin juga turut diperiksa KPK. Hudan rampung menjalani pemeriksaan lebih dulu sekitar pukul 18.00 WIB. Ia mengendarai mobil Toyota Innova putih Nopol N 1992 MN.

Baca juga: Cegah Fatalitas Laka Lantas saat Pandemi, Polda Jatim Edukasi Keselamatan Berkendara

Diduga pemeriksaan ini menyangkut kasus jual beli jabatan kepala desa.

Kasus tersebut menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, serta Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka penerima.

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO).

Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD).

Saat ini, seluruh tersangka sudah ditahan oleh KPK. (nen) 

Kumpulan berita Probolinggo terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved