Berita Jatim

Provinsi Jawa Timur Bebas PPKM Level 3 dan 4, 19 Kabupaten/Kota Kini Sudah Level 1

Provinsi Jawa Timur sudah bebas dari PPKM Level 3 dan 4, 19 kabupaten/kota kini masuk Level 1. Berikut daftarnya!

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/9/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah sebelumnya Provinsi Jawa Timur dinyatakan berada pada level 1 berdasarkan hasil assessment dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berdasarkan hasil assessment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI per Selasa (21/9/2021), 38 daerah Jatim tercatat sudah keluar dari PPKM Level 4 dan 3. 

Untuk level 1 mengalami peningkatan dari yang sebelumnya terdapat 10 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota. Yaitu  Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, dan Banyuwangi.

Sedangkan untuk level 2 terdapat pada 19 kabupaten/kota di Jatim sesuai hasil assessment Kemenkes RI. Yaitu Kabupeten Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Bangkalan.

Sementara berdasarkan situasi Covid-19 di tingkat provinsi, Jatim masih menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa-Bali yang berada pada level 1.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat. 

Tak hanya pemprov, tetapi forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat  yang telah bersama- sama ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jatim.

"Alhamdulillah, atas ikhtiar, sinergi dan doa kita semua, Provinsi Jatim setelah menjadi satu-satunya provinsi yang pertama masuk pada level 1 di Pulau Jawa-Bali, bahkan di Indonesia,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Berdasarkan assessment yang dilakukan Kemenkes RI. Sekarang kabupaten/kota di Jatim 50 persen masuk level 1 dan 50 persen level 2. Mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” imbuhnya.

Mantan Mensos RI ini juga menjelasakan, assessment yang dilakukan Kemenkes RI tersebut berdasarkan atas hasil 6 parameter, yaitu kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, kematian, testing, tracing dan treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan Tiap Desa Miliki PAUD, Pesankan Bunda PAUD Turut Bantu Penurunan Stunting

Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi standar dari standar WHO maupun Kemenkes RI. 

Misalnya, kasus konfirmasi Jatim berada pada level 1 dengan angka 6,38 per 100 ribu penduduk/minggu. Angka tersebut di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes RI yaitu di bawah 20 per 100 ribu penduduk/minggu.

Rawat inap rumah sakit berada pada level 1 dengan angka 1,37 per 100 ribu penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu <5 per 100 ribu penduduk/minggu.

Tingkat kematian berada pada level 1 mencapai 0,42/100 ribu penduduk/minggu di bawah ketentuan Kemenkes RI yaitu <1/100 ribu penduduk/minggu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved