Berita Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Sebut Jatim Menjadi Provinsi Paling Siap Songsong Transformasi Digital UMKM

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, Jatim menjadi provinsi paling siap dalam menyongsong perubahan digitalisasi dunia ekonomi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/LUHUR PAMBUDI
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri agenda baksos perayaan 25 tahun pengabdian Bharatasena Alumni Akabri 1996 Jatim, di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Kamis (23/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, Jatim menjadi provinsi paling siap dalam menyongsong perubahan digitalisasi dunia ekonomi.

Dan, sekmen UMKM menjadi penentu arah perekonomian masyarakat di era e-commerce, yang kini sedang bergeliat.

Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita di Era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, menyebut, sekmen UMKM di Jatim berjumlah 9,89 Juta UMKM.

Dari jumlah yang hampir menyentuh angka 10 Juta UMKM itu, ternyata mampu menunjang 57,25% nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim.

Hal itu, dapat disaksikan dari Pertumbuhan perekonomian Jatim belakangan ini, pada kurun Triwulan II dalam 2021, Jatim mencapai kenaikan sekitar 7,25%.

"Oleh karena itu, yang sudah disampaikan Panglima TNI dan Kapolri tentang tranformasi digital, adalah kebutuhan negara ini, kebutuhan Jatim, dan antusias animo pelaku UMKM," ujarnya di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Kamis (23/9/2021).

Tahun 2030, ungkap Mantan Menteri Sosial (Mensos) era Presiden Joko Widodo periode pertama itu, berdasarkan sejumlah survei ekonomi dunia, menyebut pada tahun 2030 mendatang, 80% perekonomian dunia akan ditopang oleh sekmen UMKM.

Baca juga: Misi Baru Akabri 96 Jatim di Tahun ke-25, Ikut Memandu UMKM Songsong Era Digitalisasi dan Ecommerce

Dari persentase tersebut, 85% di antaranya akan melakukan proses perdagangan secara e-commerce. Atau dapat disebut perdagangan sepenuhnya dengan persentase 99%, dilakukan secara online.

Menanggapi rencana fokus baru misi pengabdian Bharatasena Alumni AKABRI 1996 yang mulai ikut mengembangkan dan memandu sekmen UMKM menuju transformasi digital UMKM.

Khofifah menganggap, misi tersebut sebagai satu diantara jembatan mempersiapkan masyarakat agar makin matang setibanya nanti di masa digitalisasi, yang sejatinya sudah diprediksi momentum waktunya itu.

Apalagi, rencana misi itu, akan berkerja sama dengan market place yang telah kurun waktu dekade terakhir, seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia.

Namun, menurut Khofifah, akses percepatan transformasi digital UMKM ini akan lebih efektif jikalau ada mekanisme penunjang.

Seperti yang sedang diupayakannya. yakni menyiapkan Rumah Triase oleh Bank Indonesia (BI) Jatim, Lembaga Survei Profesi (LSP) dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim, dan Export Centre dari Kementerian Perdagangan RI.

Di Indonesia, ia mengklaim, baru di Jatim, bahwa BI mampu melakukan kurasi data-data UMKM. Program itu, dinamai oleh BI Jatim, sebagai 'Rumah Kurasi'.

Artinya, sebelum masuk ke platform ecommerce, maka dipersiapkan terlebih dahulu oleh rumah kurasi dengan melihat item-item UMKM.

"Ada 120-140 item (aspek) dikurasi. Disperindag Jatim sudah memiliki sedikitnya tujuh Pondok Kurasi," ungkapnya.

Tujuannya, ungkap Khofifah, supaya UMKM tersebut memiliki jaminan atas produknya, mulai dari kualifikasinya sumber daya manusianya (SDM), kualitas produknya, hingga kontinyuitasnya dalam produksi.

"Jikalau sudah bertemu market akses yang besar, itu akan di-support antara lain melalui rumah kurasi," jelasnya.

Sementara itu, Khofifah juga mengklaim, Kadin Jatim juga menjadi satu-satunya Kadin di Indonesia, yang sudah memiliki sertifikasi LSP.

Standarisasi dari LSP yang dimaksud, akan menjadi mekanisme yang berfungsi sebagai mentor dan aksesor dalam pendampingan UMKM.

"Kali ini, kementerian perdagangan, baru menyiapkan 1 titik export center, dan itu di Jatim," jelasnya.

Semua itu, Khofifah menerangkan, pihaknya mulai menyiapkan ekosistem digitalisasi UMKM, mulai dari rumah kurasi, dari LSP, kemudian dari eksport centre.

"Sehingga bisa menyambut Bharatasena 25 tahun, dapat kita saksikan bersama transformasi digital UMKM, dengan segala hormat, dengan ucapan terima kasih dan apresiasi, Jatim paling siap dari seluruh provinsi di Indonesia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved