Breaking News:

Berita Nganjuk

Operasi Ungkap Tumpas di Nganjuk, 25 Tersangka Diamankan dari 19 Kasus Narkotika dan Okerbaya

Sebanyak 25 tersangka pengedar narkotika dan obat keras berbahaya (Okerbaya) ditangkap Satuan Resnarkoba Polres Nganjuk dalam operasi ungkap tumpas.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Achmad Amru
Kapolres Nganjuk, AKBP Jimmy Tana tunjukkan barang bukti dalam Pers Konferens hasil Operasi Ungkap Tumpas Narkoba Polres Nganjuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - 25 tersangka pengedar narkotika dan obat keras berbahaya (Okerbaya) ditangkap Satuan Resnarkoba Polres Nganjuk dalam operasi ungkap tumpas.

Para tersangka tersebut terlibat dalam 19 kasus peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Nganjuk, AKBP Jimmy Tana menjelaskan, dari 19 kasus tersebut diamankan barang bukti Sabu-sabu total seberat 12,46 gram, Ganja seberat 39,55 gram, Obat Kerbar Berbahaya (Okerbaya) jenis double L sebanyak 4.225 butir, uang tunai Rp 2,508 juta, sebuah mobil Xenia dan 5 sepeda motor.

"Para tersangka dan kasus Narkoba tersebut merupakan hasil operasi ungkap tuntas jajaran Satresnarkoba dari bulan Juli hingga Agustus 2021," kata Jimmy Tana dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2021).

Para tersangka, dikatakan Jimmy Tana, yang terlibat kasus Narkotika dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup serta denda Rp 1 miliar.

Untuk para tersangka kasus Okerbaya dijerat dengan UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

"Kami harap para tersangka setelah dihukum penjara menjadi jera dan tidak mengulang perbuatan menjadi pengedar narkoba yang sudah meresahkan dan merugikan masyarakat," ucap Jimmy Tana.

Lebih lanjut dijelaskan Jimmy Tana, masih banyaknya kasus Narkoba di Kabupaten Nganjuk yang diungkap Satresnarkoba tersebut sebenarnya cukup memprihatinkan.

Terlebih jika melihat para tersangka umumnya para orang dewasa namun tidak bekerja atau bekerja sebagai petani serta lainya. Dan yang menjadi sasaran penjualan Narkoba yakni para pelajar yang masih berusia dibawah umur.

"Kondisi demikian cukup memprihatinkan dan membahayakan para generasi muda," ucap Jimmy Tana.

Untuk itu, tambah Jimmy Tana, Polres Nganjuk senantiasa akan menjalin kerjasama dengan Pemkab Nganjuk dan instansi terkait lain untuk semakin intensif memberikan sosialisasi dan edukasi ke Sekolah-sekolah tentang bahaya Narkoba.

Termasuk ke kelompok eleman masyarakat seperti karang taruna dan lainya di Desa-desa.

"Dan Polres Nganjuk tidak akan memberikan toleransi sedikitpun terhadap mereka para pengedar Narkoba, sehingga siapapun yang terbuksi bermain Narkoba pasti akan kami tangkap dan proses hukum ke Pengadilan," tutur Jimmy Tana. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved