Breaking News:

Berita Malang

Unik, Mobil Dinas Kapolresta Malang Kota Jadi Alat Kampanye Prokes

Ada hal yang berbeda di mobil dinas Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto beberapa hari terakhir ini

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Mobil dinas Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto. Terlihat, di bodi kanan kiri mobil dinas dipasangi stiker dengan bahasa walikan (bahasa khas Malang) Ayo Ker Gawe Masker. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ada hal yang berbeda di mobil dinas Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto beberapa hari terakhir ini.

Terlihat, di bagian kaca belakang mobil dinas jenis Toyota Fortuner itu, tertempel stiker Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Dan di stiker berwarna merah putih itu, tertulis Ayo Pakai Masker.

Selain itu, di bodi kanan kiri mobil dinas itu juga dipasangi stiker dengan bahasa walikan (bahasa khas Malang). Stiker itu tertulis Ayo Ker Gawe Masker.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto mengungkapkan, bahwa hal tersebut adalah instruksi khusus dari Polda Jawa Timur.

"Jadi, Polda Jatim telah memberikan instruksi khusus kepada Polrestabes, Polres, dan Polresta jajaran se Jawa Timur pada Minggu (19/9/2021). Di dalam instruksi itu mewajibkan, kaca belakang mobil dinas dipasang gambar Presiden dan Kapolri memakai masker. Sedangkan sisi bodi kanan kiri mobil, diberi tulisan ajakan untuk memakai masker," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (23/9/2021).

Dirinya menjelaskan, tulisan ajakan untuk memakai masker disesuaikan dengan kearifan lokal. Dalam arti, disesuaikan dengan bahasa daerah setempat.

Baca juga: Linglung, Pengendara Motor Melenggang di Tol Sidoarjo, Malah Jatuh Terperosok, Polisi: Luka Memar

"Kalau di Madura, pakai bahasa Madura. Di Banyuwangi, pakai bahasa Osing. Karena ini di Kota Malang, pakai bahasa walikan," tambahnya.

Dengan menggunakan mobil dinas, sebagai alat kampanye protokol kesehatan (prokes), diharapkan pesan prokes dapat terus tersampaikan kepada masyarakat.

"Perlu diingat, vaksinasi dan prokes harus berjalan beriringan dan seirama. Agar pesan prokes itu selalu sampai di masyarakat dan selalu diingat, mobil dinas digunakan untuk mengkampanyekan prokes. Karena saat ini, prokes telah menjadi bagian hidup masyarakat," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Eko ini juga mengungkapkan, masyarakat menyambut baik gerakan ini. Hal itu terlihat, dari animo dan penilaian masyarakat yang menyambutnya secara positif.

"Sejauh ini, sambutan masyarakat menilai hal itu adalah gerakan positif. Agar masyarakat makin patuh terhadap pelaksanaan prokes. Dengan mematuhi prokes, Level PPKM Kota Malang semakin turun dan dapat menjadi zona hijau," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved