Breaking News:

Berita Surabaya

Melaju Kencang di Jalur Lambat, Mobil Pikap Hantam Bokong Truk Muatan Kertas di Tol Sumo, 1 Tewas

Satu orang dikabarkan tewas akibat mobil pikap menghantam pantat truk bermuatan kertas di KM 719.200/A, Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jumat (24/9/202

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/istimewa
Kondisi mobil pikap bernopol L-9202-BT yang menghantam bokong truk bermuatan kertas di KM 719.200/A, Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jumat (24/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu orang dikabarkan tewas akibat mobil pikap menghantam bokong truk bermuatan kertas di KM 719.200/A, Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Jumat (24/9/2021).

Korban tewas itu, bernama Heri Setiawan (30) warga Jalan Petemon 2A No 51 RT 7, RW 8, Sawahan, Surabaya.

Nyawanya tak dapat ditolong meskipun telah mendapatkan perawatan intensif di IGD RS Anwar Medika Krian, Sidoarjo.

Ia merupakan penumpang mobil pikap bernopol L-9202-BT yang dikemudikan oleh Bagas (23) warga Jalan Petemon Gang 2A no 54 E, Sawahan, Surabaya.

Bagas kini sedang dirawat ke RS Petrokimia Gresik, akibat luka pada bagian pelipis kanan, dan kondisi kesadarannya terlaporkan dalam keadaan menurun.

"Korban semua kami bawa ke rumah sakit (RS) terdekat, guna penanganan medis," ujar Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Dwi Sumrahadi, saat dihubungi TribunJatim, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: 3 Bandit Gondol Motor di Karang Pilang, Tetangga Korban Sempat Berpapasan dan Lakukan Pengejaran

Insiden tabrakan dua kendaraan tersebut, bermula saat mobil pikap tersebut melaju dari arah Jombang menuju Surabaya.

Laju mobil pikap saat itu diperkirakan dalam kecepatan tinggi, memanfaatkan lajur jalan lambat.

Setiba di KM 719.200/A, mendadak laju mobik pikap tersebut oleng, lantas menghantam pantat truk bernopol AG-8041-YN yang dikemudikan oleh Suparlan (37) Petung, Dongko, Trenggalek.

Kuatnya benturan membuat bodi ruang kabin mobil pikap ringsek parah, tak lagi berbentuk.

"Lalu mobil pikap oleng ke kanan dan berhenti di lajur cepat menghadap ke barat," ungkap Dwi.

Berdasarkan analisisnya, ungkap Dwi, penyebab olengnya mobil pikap hingga menabrak bokong truk di ruas jalan tersebut, diduga karena sopir mengemudi dalam keadaan mengantuk.

"Akibat sopir pikap kurang konsentrasi dan mengantuk sehingga mengakibatkan terjadinya laka lantas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved