Breaking News:

Berita Kuliner

Mengenal Makna Kuliner Jenang Sapar dalam Tradisi Jawa, Dipercaya Beri Keselamatan hingga Tolak Bala

Ada beragam jenang atau bubur di khasanah kuliner bubur di Indonesia. Satu di antaranya adalah Jenang Sapar. Jenang yang dibuat dan dihadirkan secara

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Sri Wahyunik
Sulastri menunjukkan Jenang Sapar buatannya yang siap disajikan kepada saudara, tetangga, dan kawan, Jumat (24/9/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Ada beragam jenang atau bubur di khasanah kuliner bubur di Indonesia. Satu di antaranya adalah Jenang Sapar.

Jenang yang dibuat dan dihadirkan secara khusus di Bulan Sapar dalam kalender Tahun Jawa, atau Safar di kalender Hijriyah.

Keluarga Sulastri, warga Jl dr Soetomo Kelurahan Kepatihan Kecamatan Kaliwates, Jember, setiap Bulan Sapar membuat Jenang Sapar.

Tahun ini pada tanggal 17 Sapar atau Jumat (24/9/2021), Sulastri kembali membuatnya.

"Memang setiap tahun di Bulan Sapar, keluarga kami membuat Jenang Sapar. Sudah tradisi turun temurun," ujar Sulastri ketika ditemui Surya di rumahnya, Jumat (24/9/2021).

Kali ini Sulastri membuat jenang dari bahan sebanyak 5 Kg. Jenang Sapar yang dibuatnya dibagikan kepada tetangga, saudara, dan dimakan bersama.

Dia dan suaminya, Edy Winarko selalu mengundang rekan-rekan mereka untuk menikmati Jenang Sapar di rumah mereka.

"Tentunya setelah kami berdoa, atau didungani, jenang kami bagikan ke saudara, tetangga, juga makan bareng teman-teman. Karena memang ada tujuan tertentu dalam tradisi Jenang Sapar ini, yakni semoga mendapatkan keselamatan, dan dijauhkan dari bala (malapetaka)," imbuhnya.

Jenang Sapar itu ditata di atas piring yang telah dialasi daun pisang. Tiga jenis jenang tersaji dalam satu alas yakni Jenang Sumsum, Jenang Grendul, dan Jenang Ketan Hitam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved