Breaking News:

Berita Jatim

Meski Sudah Boleh Masuk Mall, Anak-anak Belum Diizinkan ke Tempat Wisata

Meski anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah dibolehkan untuk masuk dan jalan-jalan di pusat perbelanjaan atau mall, namun aturan tersebut belum

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/9/2021).  

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski anak-anak usia di bawah 12 tahun sudah dibolehkan untuk masuk dan jalan-jalan di pusat perbelanjaan atau mall, namun aturan tersebut belum dibolehkan untuk tempat wisata. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa terkait anak-anak di bawah 12 tahun yang belum divaksin saat ini masih belum dibolehkan untuk berkunjung ke area-area wisata. 

Dikatakan Gubernur Khofifah, Jumat (24/9/2021), setiap keputusan dan kebijakan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 selalu berdasarkan keputusan rakor bersama pemerintah pusat. 

Termasuk anak-anak yang kini dibolehkan masuk ke pusat perbelanjaan. Kebijakan tersebut merupakan hasil respon pemerintah pusat terkait usulan agar anak-anak dibolehkan ke pusat perbelanjaan namun dengan syarat protokol kesehatan yang sangat ketat. 

"Yang untuk boleh masuk ke tempat wisata ini kita masih menunggu. Sekarang juga yang masuk adalah usulan penambahan jam pelajaran praktikum bagi siswa SMK, tapi belum direspon, yang sudah itu yang kunjungan anak-anak ke mal," tegas Khofifah. 

Saat ini Jawa Timur statusnya memang telah masuk level 1, dengan sebanyak 19 kabupaten kota yang telah masuk PPKM level 1, dan seluruh kabupaten kota di Jatim juga telah masuk dalam zona kuning atau zona risiko rendah penularan Covid-19. 

Baca juga: Semarak HUT ke-76, KAI Resmi Percepat Waktu Tempuh KA, Ada KA Argo Bromo Anggrek & Argo Wilis

Namun ditegaskan Khofifah, tidak bisa kemudian semua dilonggarkan dan terjadi euforia. Seluruh kebijakan termasuk pelonggaran di tengah pandemi tetap harus sejalan dengan kebijakan pusat demi bisa memutus tuntas penularan Covid-19 dan menghentikan pandemi.

"Jadi seluruh kebijakan yang kita putuskan harus inline dengan kebijakan nasional. Nggak bisa seenaknya meski oh Jatim kini sudah Level 1, nggak bisa itu," tegas wanita yang juga mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini. 

Ditegaskannya capaian status level 1 di Jawa Timur ini tetap harus diikuti oleh sikap bijak seluruh elemen. Semua dilarang euforia, melainkan harus diikuti dengan kewaspadaan berganda. 

"Tetap kita harus taat protokol kesehatan dengan 5 M dan seterusnya," pungkas Gubernur Khofifah.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved