Breaking News:

Berita Pemprov Jatim

Heboh Kabar Klaster PTM di Jatim, Khofifah Tegaskan Ada Miskonsepsi Data Kemendikbudristek

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan komentar soal kabar yang menyebut terjadi klaster PTM (pembelajaran tatap muka) di Jatim.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara khusus melakukan peninjauan hari pertama PTM terbatas di SMKN 7 Kota Surabaya, Senin (30/8/2021) pagi ini 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa angkat bicara soal kabar terjadi klaster PTM (pembelajaran tatap muka) di Jatim.

Khofifah menegaskan bahwa konfirmasi telah dilakukan oleh Pemprov terkait kabar tersebut.

Di mana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga ditegaskannya telah mengakui jika ada miskonsepsi terkait data yang menyebutkan bahwa klaster PTM terbanyak adalah Jatim. 

“Data yang dikeluarkan Kemendikbud Ristek adalah data akumulasi selama 14 bulan terakhir, sejak tahun 2020 lalu. InsyaAllah, PTM di Jawa Timur dikawal cukup ketat,” jelas Khofifah, Sabtu (25/9/2021). 

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM jenjang SMA/SMK atau SLB yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan ini. PTM dilaksanakan secara hybrid dengan menggabungkan konsep tatap muka dan daring. 

“Alhamdulillah, Jawa Timur saat ini  level 1 dengan 25 daerah level 1 sisanya 13 daerah level 2 dan semua daerah risiko rendah atau zona kuning sehingga  sekolah bisa melaksanakan PTM terbatas bertahap,” kata Khofifah.

Meski demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap  waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19.

“Terimakasih  atas semua kerja keras, kekompakan dan do'a terbaik untuk kita semua. Mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved