Breaking News:

Berita Kota Malang

Polresta Malang Kota Masih Dalami Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Polresta Malang Kota masih mendalami dugaan pungli pemakaman jenazah pasien Covid-19, yang sempat hebohkan masyarakat beberapa waktu lalu.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat ditemui TribunJatim.com pada Sabtu (25/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Polresta Malang Kota dalami dugaan pungli pemakaman jenazah pasien Covid-19 (virus Corona).

Perlu diketahui, dugaan pungutan liar (pungli) pemakaman itu sempat heboh di masyarakat beberapa waktu lalu.

Hingga Jumat (24/9/2021) kemarin, setidaknya sudah ada enam saksi yang diperiksa oleh Polresta Malang Kota atas kasus dugaan kasus pungli tersebut.

Salah satu saksi yang diperiksa adalah, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum Dinas Lingkungan Hidup (UPT PPU DLH) Kota Malang, Taqruni Akbar.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, untuk saksi yang diperiksa, semuanya masih dari lingkup DLH Kota Malang dan relawan pemakaman.

"Saat ini masih dalam proses pengembangan. Dan kami masih harus membuktikan, apakah ada unsur pidana dalam kejadian ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (25/9/2021).

Dirinya menjelaskan, kasus ini memang harus ditelisik lebih dalam, apakah memang ada pungutan di luar ketentuan.

Selain itu, apakah juga ada indikasi aliran dana tersebut memang digunakan untuk kebutuhan mendadak.

"Seperti kebutuhan alkohol dan bahan-bahan lainnya, untuk disinfektan yang mendadak. Atau mungkin biaya-biaya lain yang sifatnya mendesak, maka akan kami pelajari dan kembangkan lagi," tambahnya.

Pria yang akrab disapa BuHer itu juga mengungkapkan, pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan kepada beberapa orang, untuk dimintai keterangan atas kasus tersebut.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Dugaan Pembunuhan di Malang, Pelaku dan Korban Bukan Suami Istri Sah

"Nanti, mungkin kami juga akan memanggil dari BPBD Kota Malang, karena untuk saat ini masih belum kami mintai keterangan. Dan nanti untuk hasil pemeriksaan, juga masih akan kami kembangkan lagi," terangnya.

BuHer juga menambahkan, belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait adanya dugaan pungli pemakaman jenazah Covid-19.

Sehingga pihaknya harus menjemput bola, berdasarkan keterangan dari Malang Corruption Watch (MCW) atas beberapa temuannya di lapangan.

"Belum ada laporan resmi dari masyarakat, dan itulah yang membuat kami masih harus melakukan pengembangan. Apabila memang ditemukan unsur pidana, akan kami tindak. Tetapi bila tidak ada unsur pidananya, maka penyelidikannya bisa kami hentikan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved