Breaking News:

Berita Malang

Tabur Bunga di Tugu Jepang Malang Lewat Ritual Hono Omaku

Ritual Hono Omaku atau tabur bunga digelar oleh Pokdarwis Koeboeran Londo di Tugu Jepang, tepatnya di TPU Nasrani Sukun Kota Malang, Sabtu (25/9/2021)

Surya/forkom pokdarwis malang
Pokdarwis Koeboeran Londo menyelenggarakan ritual Hono Omaku atau tabur bunga di Tugu Jepang di TPU Nasrani Sukun Kota Malang, Sabtu (25/9/2021). Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Wisata Tematik Kota Malang menyatakan di Tugu Jepang ini hanya ada 50 nama warga Jepang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ritual Hono Omaku atau tabur bunga digelar oleh Pokdarwis Koeboeran Londo di Tugu Jepang, tepatnya di TPU Nasrani Sukun Kota Malang, Sabtu (25/9/2021).

Ki Demang, Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Wisata Tematik Kota Malang menyatakan di Tugu Jepang ini hanya ada 50 nama. 

"Nama-nama itu terpahat dengan huruf kanji khas Jepang pada badan tugu/monumen ini," jelas Ki Demang pada suryamalang.com (Tribun Jatim Network), Sabtu (25/9/2021).

Jasad tentara Jepang yang gugur lebih dulu dikremasi di TPU ini. Usai dibakar jasadnya, abunya disimpan di dalam guci dan dikubur di bawah Tugu Jepang

Dikatakan, ini merupakan satu satunya tempat yang menjadi saksi bahwa Jepang pernah ada di Malang itu Tugu Jepang.

Umumnya sebuah makam di Jawa, kegiatan ritual selalu ada meski dengan tata cara dan adat kebiasaan masyarakat setempat. Seperti kegiatan tabur bunga ini.

Hono Omaku selalu diadakan tiap tahun pada September. Karena masih pandemi, maka kegiatan dilaksanakan secara sederhana dengan undangan terbatas.

Kali ini tanpa dihadiri Konjen Jepang di Surabaya. Monumen tersebut dibangun pada tahun 1982 tepat di ujung TPU. 

Bentuknya persegi panjang dan menyerupai tugu. Pada tugu itu terpahat nama-nama warga Jepang yang gugur saat menjajah Indonesia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved