Breaking News:

Berita Madura

Polisi Bekuk Pelaku yang Tebas Petani Pakai Celurit di Pamekasan, Masih Famili dengan Korban

Polisi bekuk pelaku yang menebas petani di Pamekasan pakai celurit hingga tewas, ternyata pelaku masih famili dengan korban.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Kuswnto Ferdian
Warga digegerkan dengan kasus pembunuhan di Kelurahan Lawangan Daya, Kabupaten Pamekasan, Madura, Sabtu (25/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Haryadi Sudrajat, pelaku yang menebas Nairan hingga tewas, dibekuk Satreskrim Polres Pamekasan, Madura, Sabtu (25/9/2021).

Korban merupakan warga Jalan Lawangan Daya, Dusun Taman, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Sementara pelaku masih bertetangga dengan korban.

Tak hanya itu, pelaku dan korban pembunuhan ternyata masih punya ikatan keluarga.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana menjelaskan, sekitar pukul 17.00 WIB, pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Haryadi Sudrajat yang menebas Nairan pakai celurit hingga meninggal dunia.

"Tersangka dan barang bukti dibawa ke Satreskrim Polres Pamekasan guna pemeriksaan lebih lanjut," kata AKP Tomy Prambana kepada Tribun Jatim Network, Minggu (26/9/2021).

Menurut AKP Tomy, ditangkapnya pelaku yang berusia 32 tahun ini berdasarkan laporan Polisi nomor: LP-B/ 423 / IX / 2021 / SPKT/POLRES PAMEKASAN/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 25 September 2021.

Barang bukti yang diamankan adalah sebilah celurit yang terdapat bercak darah dengan panjang 65 cm, dengan gagang terbuat dari kayu berwarna cokelat dan sarung celurit terbuat dari kulit berwarna cokelat.

Baca juga: Petani di Pamekasan Tewas Dihabisi Pakai Celurit oleh Ponakannya, Diduga Cekcok Masalah Jalan

"Kami juga amankan baju korban dan baju pelaku," jelasnya.

Berdasarkan pantauan Tribun Jatim Network di lokasi kejadian, korban ditebas oleh pelaku tepat di depan pintu masuk halaman rumahnya.

Jasad korban bersimbah darah dengan keadaan tubuh terbaring menghadap ke barat.

Sehari-hari, korban bekerja sebagai petani.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved