Breaking News:

Berita Jatim

Semakin Bertambah, Kini Ada 25 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang Masuk PPKM Level 1, Ini Daftarnya

Semakin bertambah banyak, kini ada 25 kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah masuk PPKM Level 1, ini daftar lengkapnya!

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (14/9/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabupaten/kota di Jawa Timur yang masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 1 semakin bertambah.

Data terbaru assessment situasi Covid-19 (virus Corona) dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, telah ada 25 kabupaten/kota di Jawa Timur yang statusnya masuk PPKM Level 1.

25 kabupaten/kota yang kini sudah masuk level 1 adalah Kabupaten Tuban, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Ngawi, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro,  Banyuwangi, Lumajang dan Blitar.

Sementara untuk level 2 di Jawa Timur mengalami penurunan, dari 17 daerah menjadi 13 kabupaten/kota sesuai assessment dari Kemenkes RI per 23 September 2021. 

Yaitu Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Sumenep, Probolinggo, Pacitan, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun, dan Bangkalan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat. 

Tak hanya pemprov, tetapi forkopimda, pemkab/pemkot, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat yang bersama-sama ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

"Alhamdulillah, atas ikhtiar, sinergi dan doa kita semua, Provinsi Jawa Timur kembali mendapatkan penambahan pada level 1. Sebanyak 25 kabupaten/kota berada di level 1, 13 kabupaten/kota level 2. Mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” ujar Khofifah, Sabtu (25/9/2021). 

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menjelaskan, assessment yang dilakukan Kemenkes RI tersebut berdasarkan atas hasil 6 parameter, yaitu kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit, kematian, testing, tracing dan treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Baca juga: Cara Scan QR Code PeduliLindungi untuk Masuk Mall, Ini Daftar Bioskop di Jawa Timur yang Sudah Buka

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved