Breaking News:

Berita Nganjuk

DLH Nganjuk Belum Bersikap Terkait Polusi Abu Asap Cerobong PG Lestari: Menunggu Instruksi

DLH Nganjuk belum ambil tindakan terkait polusi abu asap cerobong PG Lestari: Kami menunggu instruksi.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Dua cerobong pembuangan asap PG Lestari di Patianrowo Nganjuk yang diduga menyebabkan polusi udara asap langes yang mengotori rumah warga dan mengganggu kesehatan, terutama mata, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, belum ambil tindakan atas terjadinya polusi udara dari abu asap (langes) cerobong PG Lestari Patianrowo Nganjuk.

Laporan terkait kasus tersebut kepada Plt Bupati Nganjuk melalui Sekda Nganjuk hingga kini belum ada respons.

Plt Kepala DLH Nganjuk, Judi Ernanto menjelaskan, pihaknya telah membuat dan menyampaikan laporan terkait polusi udara dari abu asap cerobong PG Lestari Patianrowo Nganjuk. Laporan tersebut pada intinya terjadi polusi udara yang menimbulkan keresahan warga, benar adanya.

"Kami saat ini hanya posisi menunggu instruksi langkah berikutnya atas terjadinya polusi udara dari asap cerobong PG Lestari tersebut," kata Judi Ernanto, Sabtu (25/9/2021).

Dijelaskan Judi Ernanto, tim DLH yang diterjunkan ke rumah-rumah warga dalam menindaklanjuti terjadinya polusi udara dari abu asap cerobong PG Lestari telah melaksanakan tugas memeriksa rumah-rumah warga.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim DLH telah mengumpulkan sampel kotoran yang ditimbulkan dari abu asap cerobong PG Lestari.

Di samping itu, dikatakan Judi Ernanto, tim DLH juga telah meminta keterangan dari warga dan Kepala Desa Patianrowo terkait pulusi udara dari abu asap cerobong PG Lestari.

"Bahkan, tim DLH juga telah bertemu dengan jajaran Direksi PG Lestari terkait persoalan tersebut," ucap Judi Ernanto.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Nganjuk Makin Landai, Tim Satgas Mengkaji Pengurangan Tempat Tidur Pasien

Namun yang pasti, ungkap Judi Ernanto, pihaknya telah menerima surat pernyataan dari Direksi PG Lestari untuk tidak mengulang terjadinya polusi udara yang ditimbulkan dari abu asap cerobong PG Lestari.

Di mana PG Lestari akan segera melakukan perbaikan stasiun ketel yang diduga rusak sehingga menimbulkan abu asap keluar dan menyebabkan polusi udara hingga menimbulkan kotoran di rumah-rumah warga.

Surat pernyataan tersebut juga menjadi lampiran dalam laporan kepada Plt Bupati Nganjuk.

"Mungkin nanti setelah ada petunjuk dari Bapak Plt Bupati atas terjadinya polusi udara dari abu asap cerobong PG Lestari akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media. Karena bagaimanapun persoalan tersebut sudah merugikan dan mengganggu kesehatan warga sekitar PG Lestari," tutur Judi Ernanto.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved