Breaking News:

Berita Trenggalek

Tiga Santri Putri Korban Pencabulan Pengajar di Ponpes Trenggalek Melapor ke Polisi

Tiga santri putri korban pencabulan pengajar di ponpes di Kabupaten Trenggalek melapor ke polisi. Dengan demikian, korban yang melapor berjumlah 4.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Tersangka kasus pencabulan 34 santri putri di salah satu ponpes di Kabupaten Trenggalek, Jumat (24/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tiga orang santri putri korban pencabulan pengajar di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melapor ke polisi.

Dengan demikian, korban yang telah melapor berjumlah empat orang, dari total 34 korban.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizki Wicaksana mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan kepada tiga korban pada Senin (27/9/2021).

Ketiga korban ini melapor setelah Polres Trenggalek membongkar aksi asusila tersangka berinisial SMT (34) yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Tersangka yang merupakan warga Desa/Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek itu beralasan, aksi cabul dilakukannya lantaran hubungan rumah tangga yang tidak harmonis dengan istri.

Pada saat ungkap kasus, Jumat (24/9/2021), Polres Trenggalek juga membuka posko pengaduan bagi para korban.

Posko ini juga yang dimanfaatkan oleh tiga korban untuk melapor.

"Selain kami periksa terkait kasus, tiga korban ini juga akan kami periksa terkait kondisi psikologisnya," kata Arief.

Arief mengajak 30 korban lain untuk melaporkan kejahatan yang dilakukan oleh mantan pengajarnya itu melalui posko aduan yang disediakan.

Baca juga: Hilangkan Trauma Korban Pencabulan Guru di Ponpes Trenggalek, Dinsos Terjunkan Konselor dan Psikolog

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved