Breaking News:

Berita Kota Mojokerto

DLH Sebut Ada 62 Ton Sampah di Kota Mojokerto per Hari, Didominasi Sampah Rumah Tangga

Dinas Lingkungan Hidup sebut ada 62 ton sampah di Kota Mojokerto per hari, didominasi sampah rumah tangga.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Ilustrasi sampah - Dinas Lingkungan Hidup sebut ada 62 ton sampah di Kota Mojokerto per hari, didominasi sampah rumah tangga. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto kini dihadapkan dengan persoalan terkait penanganan sampah

Potensi timbunan sampah semakin meningkat, bahkan sampah di Kota Onde-Onde (sebutan Mojokerto) mencapai puluhan ton per harinya.

"Satu hari sampah yang kita angkut dari setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sekitar 62 ton per hari," ungkap Kepala DLH Kota Mojokerto, Bambang Mudjiono, Senin (27/9/2021).

Bambang mengatakan, setidaknya ada 14 titik TPS di Kota Mojokerto dan 52 unit armada, termasuk kendaraan khusus pengangkut sampah.

Sampah di Kota Mojokerto didominasi sampah rumah rumah tangga, yang mencapai hampir 70 persen.

"Ya jelas peningkatan sampah terjadi setiap tahun, kita kan kedatangan dari mereka-mereka dari Kabupaten (Mojokerto) yang mencari nafkah di sini dan paling banyak sampah yang kita angkut di Pasar Tanjung, di wilayah Wates, Tropodo sehingga rata-rata sampah yang masuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Randegan sekitar 62 ton per hari," bebernya.

Sesuai keputusan Wali Kota Mojokerto Nomor 49 Tanggal 19 Juli Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrada).

Dari keputusan tersebut penanganan sampah rumah tangga atau sejenisnya sebagai dimaksud pada ayat (1) huruf dilakukan dengan cara pemilihan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemprosesan akhir.

Baca juga: Proyek Drainase Rp 39 M untuk Pengendalian Banjir di Kota Mojokerto Dipastikan Rampung Akhir 2021

Target pengurangan dan pengelolaan sampah di Kota Mojokerto mencapai 24 persen tahun 2021.

"Sampah dari Kota Mojokerto yang sudah dipilah di TPA Randegan mencapai 4.000 ribu ton/per tahun," jelasnya.

Bambang meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sungai lantaran telah disediakan 14 titik TPA yang dapat dimanfaatkan untuk membuang sampah. Saat ini, persentase penanganan sampah yang diangkut sekitar 70 persen. 

"Perlu edukasi masyarakat agar sadar tidak membuang sampah di sungai, karena kita sudah menyiapkan TPA, tinggal mereka mau apa tidak membuang ke sana," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved