Berita Jatim

Jawa Timur Kini Punya Klinik Kekayaan Intelektual, Tersebar di Lima Kantor Bakorwil Jatim

Emil Elestianto Dardak bersama Krismono meluncurkan Klinik Kekayaan Intelektual Jawa Timur. Lokasinya tersebar di lima Kantor Bakorwil Jatim.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama dengan Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono meluncurkan Klinik Kekayaan Intelektual Jawa Timur, di Shangri-La Hotel Surabaya, Senin (27/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak bersama dengan Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono meluncurkan Klinik Kekayaan Intelektual Jawa Timur, Senin (27/9/2021). 

Klinik KI tersebut didirikan di 5 Bakorwil yang ada di Jawa Timur, yaitu Bakorwil Malang, Madiun, Jember, Pamekasan dan Bojonegoro. 

Klinik tersebut merupakan kolaborasi antara Pemprov Jatim bersama dengan Kanwil Kemenkumham Jatim, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Jadi kita ingin bukan hanya kekayaan alam per kapita, tapi kekayaan intelektual per kapita. Itu goal kita. Maka dengan dukungan dari Kemenkumham, insyaallah hal ini bisa kita wujudkan,” tegas Wagub Emil Dardak.

Peluncuran Klinik KI tersebut dikemas juga dalam pelaksanaan Seminar Keliling yang diikuti oleh ratusan perwakilan pelaku UMKM Jawa Timur di Shangri-La Hotel Surabaya. 

Menurutnya, kalau pemerintah abai terhadap hal ini, yang ditakutkan adalah UKM Jatim mandek berkreasi dan berkarya. Karena mereka yang belum memiliki atau bahkan kurang memahami dan dianggap melanggar ketetapan intelektual orang lain. 

Selain Kakanwil Kemenkumham Jatim, hadir pula secara virtual Dirjen Kekayaan Intelektual Freddy Harris dan Japan International Cooperation Agency (JICA) Nishiyama Tomohiro. 

Selain itu hadir secara langsung, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Daulat P Silitonga, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Syarifuddin, Rektor Universitas Narotama Surabaya Sri Wiwoho, serta para pimpinan tinggi di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim.

Wagub Emil menyampaikan, adanya launching Klinik KI ini sekaligus sejalan dengan pesan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa agar Pemprov Jatim dapat lebih aktif melayani kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: WALHI Jawa Timur Mengkritik Rencana Pembangunan Jembatan Kaca di Kawasan TNBTS

“Beliau berharap bukan hanya izin-izin pemprov tetapi proses-proses di instansi vertikal juga bisa dilakukan di masing-masing Bakorwil melalui East Java Super Coridor (EJSC) tadi,” tuturnya.

Dengan adanya Klinik KI juga diharapkan akan ada penguatan kapasitas personel di Bakorwil. Supaya mereka bisa menjadi pintu untuk konsultasi  proses-proses kekayaan intelektual. 

“Sehingga UKM-UKM, inovator-inovator di daerah itu bisa lebih dekat lagi dalam berkonsultasi dan mengurus kekayaan intelektual,” terang Emil.

Emil yang juga mantan Bupati Trenggalek ini juga menambahkan, dirinya mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Kemenkumham RI. Dikarenakan hal tersebut selaras dengan arahan Gubernur Jatim untuk memperkuat kehadiran pemprov dan sebagai jembatan kepada pemerintah pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved