Breaking News:

OTT KPK di Probolinggo

Penyidik KPK Geledah Kantor Diporparbud Kabupaten Probolinggo, Pintu Pagar Ditutup Rapat

Menumpang tiga mobil, penyidik KPK geledah Kantor Diporparbud Kabupaten Probolinggo, pintu pagar langsung ditutup rapat.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Penyidik KPK melakukan penggeledahan, dua personel polisi bersenjata lengkap berjaga di pintu masuk Kantor Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporparbud) Kabupaten Probolinggo, Selasa (28/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan penggeledahan di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (28/9/2021). 

Kali ini, giliran Kantor Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporparbud) Kabupaten Probolinggo yang jadi sasaran penggeledahan.

Sejumlah penyidik KPK datang ke kantor yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman Nomor 1, Kecamatan Dringu, dengan menumpangi tiga mobil.

Pantauan di lokasi, dua personel polisi bersenjata lengkap menjaga ketat pintu masuk Kantor Disporparbud Kabupaten Probolinggo.

Pagar masuk dan keluar pun ditutup rapat. Pegawai Disporparbud Kabupaten Probolinggo diminta tak keluar kantor.

Seorang warga, Hamim mengatakan, ada tiga mobil masuk ke Kantor Disporparbud pada pukul 09.40 WIB. Tak lama, pintu pagar langsung ditutup rapat.

Sementara, rumah Hamim tak jauh dari Kantor Disporparbud, hanya berjarak 20 meter.

"Tumben pagar Kantor Disporparbud ditutup rapat. Biasanya, pada jam aktif kerja dibuka. Pagar ditutup usai tiga rombongan mobil masuk kantor," katanya.

Baca juga: Lakukan Penggeledahan, Penyidik KPK Turut Periksa Mobil Dinas Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo

Penggeledahan ini diduga menyangkut kasus dugaan jual beli jabatan kepala desa, yang menyeret Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, serta Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo sebagai tersangka penerima. 

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO).

Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nuruh Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsudin (SD).

Saat ini, seluruh tersangka sudah ditahan oleh KPK.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved