Breaking News:

Berita Mojokerto

Remaja yang Terlibat Balap Liar di Kota Mojokerto Dijemput Orangtua hingga Disanksi Menginap Semalam

Sejumlah anak dibawah umur yang terlibat balap liar dijemput orang tuanya di Mapolresta Mojokerto, Selasa (28/9/2021).

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Mohammad Romadoni
Orangtua menjemput anaknya yang terlibat balap liar di Kota Mojokerto, Selasa (28/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah anak di bawah umur yang terlibat balap liar dijemput orangtuanya di Mapolresta Mojokerto, Selasa (28/9/2021).

Mereka terjaring razia balap liar oleh Tim gabungan Satlantas dan Sabhara Polresta Mojokerto dalam Operasi Patuh Semeru Tahun 2021 di jalan paving belakang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Radegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan orangtua yang bersangkutan untuk menjemput anak-anak dibawah umur yang terlibat balap liar

"Kami mengamankan di antaranya 13 anak dibawah umur yang terlibat balap liar," ungkapnya saat Press Release barang bukti balap liar dan knalpot brong Ops Patuh Semeru di Mapolresta Mojokerto, Selasa (28/9).

Rofiq menjelaskan banyak faktor anak dibawah umur berperilaku menyimpang hingga terlibat balap liar salah satunya yakni kurang perhatian dari orang tuanya.

Sehingga, dia meminta seluruh orangtua yang dipanggil di Polresta Mojokerto ini dapat memberikan perhatian yang baik bagi anak-anaknya agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merugikan seperti pelanggaran lalu lintas balap liar.

Sebab, kata Rofiq, pelanggaran lalulintas seperti kendaraan bermotor modifikasi dan knalpot brong yang mayoritas digunakan balap liar ini dapat memicu fatalitas kecelakaan sehingga tidak hanya membahayakan anak di bawah namun juga keselamatan masyarakat pengguna jalan.

"Berangkat dari pelanggaran itulah potensi fatalitas kecelakaan seperti kendaraan bermotor tidak standar dan knalpot brong yang seringkali digunakan balap liar," jelasnya.

Menurut dia, barang bukti disita dalam Ops Patuh Semeru, totalnya 101 kendaraan dengan pelanggaran sepeda motor tidak dilengkapi STNK 25 unit, 75 sepeda motor dan satu mobil, motor knalpot brong sebanyak 30 unit, motor menggunakan ban dan velg kecil tidak sesuai spek 25 unit dan 25 kendaraan motor dimodifikasi berpotensi memicu fatalitas kecelakaan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved