Breaking News:

Berita Madura

Tanpa Alas Kaki, Tersangka Narkoba Menggeliat Kepanasan Saat Konferensi Pers di Mapolres Bangkalan

Anomali cuaca di masa pancaroba dalam beberapa hari terakhir membuat wajah langit Kota Bangkalan tidak menentu

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Ahmad Faisol
Di tengah temperatur suhu yang mencapai 34 derajat celcius, 21 budak narkoba merasakan panas dari terik matahari saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Bangkalan, Selasa (28/9/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Anomali cuaca di masa pancaroba dalam beberapa hari terakhir membuat wajah langit Kota Bangkalan tidak menentu.

Kesejukan pagi dari awan mendung tipis perlahan berubah menjadi terik panas, Selasa (28/9/2021).

Bahkan temperatur suhu di halaman sisi utara Mapolres Bangkalan yang menjadi tempat digelarnya Konferensi Pers Hasil Operasi Tumpas Narkoba menunjukkan angka 34 derajat celcius pada pukul 14.00 WIB.

Pada kondisi seperti ini, biasanya BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi karena peningkatan suhu udara.

Namun kondisi itu tidak menyurutkan langkah Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino dan Kasat Narkoba, Iptu Iwan Kusdiyanto untuk menggelandang sebanyak 21 budak narkoba di hadapan awak media.

Para pelaku narkoba jenis sabu yang terdiri dari 20 pria dan 1 perempuan, beberapa di antaranya tidak menggunakan alas kaki. Tentu saja tubuh mereka tampak menggeliat karena kaki mereka langsung berpijak di atas paving.

Melihat itu, Alith merespon dengan memerintahkan anggotanya agar mengambil keset berwarna merah di depan pintu Gedung Pelayanan, Perizinan, STTP, dan Orang Asing Sat Intelkam Polres Bangkalan untuk dijadikan alas kaki tiga tersangka yang berdiri di belakangnya. “Takut panas,” ungkap Alith.

Baca juga: Terobos Buka Tutup Arus, Pengendara Motor di Gresik Kakinya Terputus Diserempet Truk

Ketiga tersangka itu sengaja dibariskan di bagian belakang karena mereka adalah Target Operasi (TO). Dari tangan ketiganya, Satnarkoba Polres Bangkalan menyita barang bukti seberat 15,20 gram, 5 gram, dan 6 gram. Sedangkan para tersangka non TO dibariskan di bagian depan dengan posisi jongkok.

Alith menjelaskan, pengungkapan 18 kasus narkoba itu dilakukan di 11 kecamatan dengan 3 kasus terbanyak di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Socah. Latar belakang pekerjaan para tersangka pun beragam, mulai dari wiraswasta sebanyak 11 orang, sopir, petani, pengangguran masing-masing 1 orang, hingga swasta sebanyak 7 orang.

“Ada juga tersangka dari Lamongan dan Surabaya. Kriteria para tersangka yakni 9 pengedar dan 12 orang sebagai pemakai. Total barang bukti yang kami sita dari hasil ungkap 18 kasus itu seberat 37,6 gram serta uang tunai senilai Rp 6.650.000,”pungkas perwira menengah asal Kota Surabaya itu.

Kasat Narkoba Polres Bangkalan, Iptu Iwan Kusdiyanto menegaskan, pihaknya tidak pernah lelah menabuh genderang perang terhadap para pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkoba kendatipun di tengah masa pandemi Covid-19.

“Narkoba hingga kini masih menjadi target prioritas Polri, khususnya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang terus menjadi prioritas di Polres Bangkalan selain kegiatan penanganan covid-19,” singkat Iwan. (edo/ahmad faisol)

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved