Berita Kabupaten Kediri

Babak Baru Kasus Pembunuhan Remaja di Kediri, Kronologi Kejadian hingga Bantahan Pengacara Pelaku

Babak baru kasus pembunuhan remaja di Kediri yang jasadnya ditemukan di lapangan voli, kronologi kejadian hingga bantahan pengacara pelaku.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono bersama Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha saat melakukan konferensi pers terkait kasus dugaan pembunuhan remaja di Kediri yang jasadnya ditemukan di lapangan voli Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Selasa (28/9/2021). 

Sementara itu, kepada penyidik, pelaku mengakui melakukan hubungan seksual sebanyak dua kali dengan korban.

Baca juga: Makin Janggal, Bocah di Madiun Lahirkan Bayi Tanpa Suami, Nenek Sebut Dihamili Dedemit Samping Rumah

"Untuk motif pelaku karena tidak mau bertanggung jawab dan ingin gugurkan kandungan. Kalau pacaran mereka sudah satu bulan," ucap AKBP Lukman Cahyono.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih menunggu hasil autopsi dari korban. Hal ini untuk memastikan apakah korban sedang hamil, sehingga tega menghabisi nyawa korban.

"Kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara," tegas AKBP Lukman Cahyono.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 mengenai pembunuhan berencana.

Pengacara Membantah Pelaku yang Hamili Korban

Pengacara pihak pelaku, Taufik Dwi Kusuma menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan pelaku kepada keluarga korban.

"Tentu menyesali atas perbuatan tersangka, karena itu dilakukan tanpa sengaja dan tak ada niatan membunuh," ungkapnya.

Taufik menuturkan, pelaku tidak berniat membunuh, melainkan hanya ingin menggugurkan kandungan korban.

"Itu versi pengakuan korban kepada pelaku yang katanya hamil," jelasnya.

Pengacara pelaku juga membantah kliennya menghamili korban. Karena sampai saat ini pihak kepolisian masih belum menunjukkan hasil aotupsi dari rumah sakit.

Baca juga: Mengaku Hamil ke Pacarnya, Remaja di Kediri Malah Diberi Jamu Beracun, Langsung Tersungkur

"Ketika saya tanya apakah melakukan, dia (mengatakan) tidak. Saya gak tahu lagi di BAP (berita acara pemeriksaan) yang dia tahu hanya dia hamil versi pengakuan korban," tuturnya.

Taufik juga menuturkan, potas atau obat ikan yang dibeli oleh pelaku sebetulnya tidak dimaksudkan untuk diberikan kepada korban.

"Jadi dia hanya menggunakan potas untuk di sungai, dan waktu perempuan itu minta jamu, secara spontanitas aja diberi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved