Breaking News:

Berita Madura

Pelaku Pedofil Anak Usia 4 Tahun di Sampang Divonis 20 Tahun Penjara

Sidang tuntutan terhadap pelaku pedofil usia 4 tahun di Kabupaten Sampang, Madura rampung digelar. Hasilnya, Abdul Hari (34) warga Kecamatan Torjun

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/Hanggara Pratama
Susana sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Sampang, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (29/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Sidang tuntutan terhadap pelaku pedofil terhadap anak usia 4 tahun di Kabupaten Sampang, Madura rampung digelar.

Hasilnya, Abdul Hari (34) warga Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura yang tidak lain adalah paman korban divonis 20 tahun penjara.

Pantauan di lapangan, sidang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Jalan Jaksa Agung Suprapto Kecamatan Sampang, Rabu (29/9/2021).

Sedangkan, Abdul Hari (terdakwa) berada di Rutan Klas II B Sampang Jalan KH. Wahid Hasyim Kecamatan Sampang.

Jalannya sidang berjalan lancar, dipimpin oleh Hakim Ketua Andri Falahandika Ansyahrul.

Humas PN Sampang, Afrizal menjelaskan, dalam jalannya persidangan, terdakwa terbukti melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, di mana korban adalah keluarga dekat.

Dalam pertimbangannya, Majelis hakim memutuskan hukuman maksimal dengan putusan 20 tahun penjara.

"Kemudian denda Rp. 50 juta dengan ketentuan, apabila tidak dibayar diganti 6 bulan penjara," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Menurutnya, hasil vonis yang diputuskan kepada Abdul Hari memang lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya 19 tahun penjara dan denda Rp. 50 juta.

Hal itu yang menjadi pertimbangan adalah korban merupakan anak di bawah umur dan persetubuhan dilakukan sebanyak tiga kali.

"Jadi majelis hakim menilai perbuatan yang dilakukan Abdul Hari merupakan perbuatan keji," terang Afrizal.

Lebih lanjut, setelah tuntutan dilayangkan terdakwa tidak sama sekali mengajukan keringanan.

Sehingga dikatakan menerima atas hasil sidang putusan tersebut dan menjalankan hukuman di Rumah Tahanan setempat.

"Terdakwa menerima dengan hasil sidang yang sudah dilakukan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved