Breaking News:

Berita Pasuruan

40 Tahun Jadi Tempat Pembuangan Sampah, TPS di Pasuruan Kini Disulap Menjadi Tempat Wisata

Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan memiliki cara unik untuk menyulap tempat pembuangan sampah (TPS) sembarangan

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Galih Lintartika
PEMBENAHAN : Ini adalah salah satu sudut lahan yang dulunya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah, kini disulap menjadi tempat wisata. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN- Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan memiliki cara unik untuk menyulap tempat pembuangan sampah (TPS) sembarangan yang mencemari lingkungan.

Pemdes bersama masyarakat setempat, dan LMDH kompak merombak sebuah lahan milik Perhutani yang selama ini dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Eks tempat pembuangan sampah ini disulap menjadi sebuah tempat wisata baru. Semua sampah yang menumpuk dipindahkan, dan dibersihkan. Oleh pemdes, lahan itu ditanami tanaman bunga.

Selain itu, dibangun sebuah payung - payung yang bisa digunakan untuk berteduh. Ada juga gubug yang bisa digunakan untuk istirahat. Sekejap, tempat ini tidak terlihat seperti tempat bekas pembuangan sampah.

Kepala Desa Wonosari Herlambang mengatakan, gerakan ini atas dorongan dan masukan dari anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Fraksi Golkar Sugiarto. Yang bersangkutan memberikan gagasan saat itu.

"Dari gagasan itu, warga bersama LMDH kompak membersihkan lahan ini dari sampah. Ini adalah lahan milik Perhutani yang dulu dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Disampaikannya, pembuangan sampah di lahan Perhutani ini tidak ada izin, bahkan sempat membuat lingkungan tercemar. Apalagi, saat sampah sudah menumpuk dan meluber sampai ke jalan desa.

"Ini adalah bentuk cinta dan peduli kami terhadap lingkungan. Kami ingin lingkungan tidak tercemar, tetap terjaga, makanya kami lestarikan dengan cara seperti ini," paparnya.

Baca juga: Detik-detik Wanita di Jember Gerebek Suami yang Selingkuh di Kamar Kos, Sang Ibu Muda Menangis

Menurutnya, konsep wisata untuk sementara, adalah taman bunga. Pihaknya sengaja menanam tanaman yang berbunga. Alasannya, agar tempat ini bisa terlihat lebih indah dan menghilangkan kesan sampah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved