Breaking News:

Berita Gresik

Diduga Peras Kepada Desa di Gresik, Warga Surabaya Diciduk Polisi

  GS (47), warga Jalan Manukan Surabaya, oknum yang mengaku sebagai wartawan diamankan jajaran Polres Gresik akibat diduga meras Kepala Desa senilai p

Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
GS yang diduga memeras Kades Kramat, Kecamatan Duduksampean ditahan, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK -  GS (47), warga Jalan Manukan Surabaya, oknum yang mengaku sebagai wartawan diamankan jajaran Polres Gresik akibat diduga meras Kepala Desa, Kamis (30/9/2021).

Modusnya, mencari-cari kesalahan proyek di Desa Kramat, Kecamatan Duduksampean. 

Dari informasi yang dihimpun Surya Online (Tribun Jatim Network), awal dugaan pemerasan tersebut berawal dari sebuah proyek Polindes di Desa Kramat, Kecamatan Duduksampean.

Dalam proyek tersebut, pihak desa keliru membuat spanduk. Seharusnya, spanduk tersebut bertuliskan rehabilitasi, tapi ditulis pembangunan Polindes. 

Sehingga, dari nilai anggaran pembangunan dinilai tidak sesuai dengan bentuk fisik.

Baca juga: Pemilik Aplikasi Gresik Online Shop Wakili Jawa Timur di Ajang Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

"Dari kejanggalan itu, pelaku (GS, red) meminta uang dengan ancaman dimediakan jika tidak memberi uang," kata Kades Kramat M Fauzi.

Besaran uang yang diminta tidak sedikit. "Pertama saya beri Rp 10 Juta. Setelah itu tidak ada lagi," katanya. 

Setelah tertangkap jajaran Polres Gresik, keluarga GS datang ke Kepala Desa Kramat untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Keluarga yang datang yaitu istri dan 3 anak GS.

"Kasian saya melihatnya. Anaknya tiga masih kecil-kecil. Akhirnya, saya sarankan ke Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD). Tapi sampai sekarang keluarga GS belum menghubungi lagi," imbuhnya. 

Baca juga: Bocah di Madiun Disebut Keluarga Dihamili Dedemit, Polisi Tes DNA Ayah Tiri dan Ayah Kandung Korban

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, dari peristiwa tersebut jangan sampai terulang kembali.

Sebab, pemerintah desa saat ini tidak bisa apa-apa akibat pandemi covid-19.

"Harapan saya, jangan sampai ada lagi memeras. Kita sudah terbuka dengan membuat spanduk pengumuman proyek," katanya. 

Kapolsek Duduksampean AKP Bambang Angkasa mengatakan, pelaku yang diduga memas itu ditangani Polres Gresik.

"Silahkan koordinasi dengan Polres," kata Bambang. 

Baca juga: Bersih-bersih Ladang, Nenek di Ponorogo Tewas Terbakar Daun Bambu Kering

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved