Breaking News:

Berita Ponorogo

Pondok Modern Darussalam Gontor Merilis Lagu 'Santri Saintis'

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali merilis lagu. Kali ini lagu yang dirilis berjudul Santri Saintis

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
Istimewa/ Humas PMDG
Pondok Modern Darussalam Gontor Merilis Lagu 'Santri Saintis'. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali merilis lagu. Kali ini lagu yang dirilis berjudul Santri Saintis.

Dari rilis yang diterima TribunJatim.com, santri saintis merupakan sebuah lagu yang terinspirasi dari ungkapan yang sering disampaikan oleh pendiri Gontor yaitu 'Jadilah ulama yang intelek, bukan sekedar intelek yang tahu agama.'

Secara umum, lagu tersebut bercerita tentang santri yang mampu menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu sains.

Bait-bait dalam lagu ini dipercantik dengan video klip yang menceritakan sebuah situasi katastropi fiksional di masa depan yang, dengan seizin Allah, dapat diatasi oleh tiga orang santri yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Selama di pondok, mereka mempelajari karya-karya Avicenna (Ibn Sina), salah satunya adalah the Canon (Al-Qanuun fi at-Tibb) dan karya Averroes (Ibn Rusyd).

Dikemas dengan aransemen musik bergenre EDM alternative, lagu yang dibawakan oleh G-Wave ini mengingatkan kita pada jawaban pendiri Gontor atas sebuah pertanyaan.

Beliau ditanya, "Di Gontor, berapa persen pelajaran agama, dan berapa persen pelajaran umum?" 

Dan beliau menjawab, "Di Gontor, 100% pelajaran agama dan 100% pelajaran umum."

Lagu yang telah dirilis di kanal YouTube gontortv itu memang diinisiasi oleh seorang santri yang tergabung dalam Exact Club.

Baca juga: Fraksi di DPRD Jatim Sampaikan Sejumlah Rekomendasi Terkait P-APBD Jatim 2021

 Sebuah klub kegiatan ekstrakurikuler santri yang memiliki aktivitas melakukan berbagai eksperimen fisika, kimia, elektronika dan biologi di laboratorium KMI Gontor.

Lagu tersebut kemudian disempurnakan oleh beberapa asatidz atau guru dan diperkaya juga dengan salah satu baitnya yang berbahasa Inggris.

Tim produksi berharap bahwa karya ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh seluruh santri pondok pesantren di Indonesia khususnya dan bagi masyarakat dunia umumnya bahwa pendidikan yang berbasis nilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan dunia yang lebih indah.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved