Berita Kota Malang

Bantu Masyarakat, Bimas Islam Kemenag Kota Malang Gagas Revitalisasi Masjid Mandiri Ekonomi

Bantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Bimas Islam Kemenag Kota Malang gagas revitalisasi masjid mandiri ekonomi.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Kantor Kemenag Kota Malang
Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Moh Rosyad (berbaju putih, kanan) saat melakukan sosialisasi revitalisasi masjid mandiri ekonomi kepada salah satu pengurus masjid di Kota Malang, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebagai upaya membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 (virus Corona), Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang melakukan revitalisasi masjid.

Kegiatan itu sudah berlangsung sejak Maret 2020 lalu, dan pada bulan September 2021, menapaki langkah dengan masjid yang menghasilkan ekonomi.

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Malang, Moh Rosyad mengatakan, ini adalah bentuk adaptif dari masjid di masa pandemi.

Dengan mengusung semangat "Menebar kedamaian dan kemakmuran, berawal dari rumah ibadah untuk kejayaan Indonesia" itu, Rosyad mengajak masjid untuk merevitalisasi tiga hal.

"Yakni idarah yang artinya manajemen, kemudian imarah yang artinya memakmurkan masjid dan riayah yang artinya menjaga fisik bangunan masjid," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (3/10/2021).

Dirinya menjelaskan, revitalisasi ini awalnya untuk merespons terkait fenomena isolasi mandiri (isoman). Karena pada masa pandemi ini, ada jemaah masjid yang terdampak ekonominya karena terbatas aktivitasnya, serta masyarakat yang terdampak ekonomi sekaligus terpapar Covid-19.

"Dari fenomena itulah, kami mencanangkan sebuah program. Bahwa jangan hanya jemaah yang memakmurkan masjid, tetapi masjid juga bisa memakmurkan jemaah. Dengan cara, melalui revitalisasi ini," jelasnya.

Awalnya, masjid hanya mengandalkan uang sedekah dari kotak amal khusus untuk kegiatan sosial. Akan tetapi, tentunya hal tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan yang banyak.

"Oleh karena itu mulai bulan September kemarin, kami mengajak pengurus masjid. Untuk mulai melakukan revitalisasi di tiga hal itu, dan bisa menata ada usaha yang dibangun untuk kemakmuran masjid beserta jemaahnya," terangnya.

Dirinya juga mengungkapkan, dari sekitar 1.750 masjid di Kota Malang, sudah hampir 80 persen melaksanakan hal tersebut. Seperti halnya program sembako murah untuk jemaah masjid.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Malang Semakin Menurun, Isoter Jalan Kawi Hanya Diisi 10 Pasien

"Kami juga memfasilitasi, dengan ada sembako murah yang dijual oleh masjid untuk jemaah. Meski begitu tetap ada margin keuntungan, yang bisa masuk ke kas masjid. Dan marbot ini juga kami jadikan admin, sehingga bisa mencari distributor atau didistribusikan sendiri dengan sistem rekanan," bebernya.

Rosyad menerangkan, untuk sembako murah ini memang ditargetkan untuk jemaah, sehingga melalui revitalisasi ini sudah terdata dan tertata secara valid siapa yang bisa mendapat fasilitas itu. Sehingga, bisa mencegah agar tidak diborong atau dimonopoli salah satu pihak.

Selain usaha itu, masjid juga digagas untuk mulai menjalin kerja sama dengan beberapa penyedia jasa umrah.

"Semisal ada paket dari jasa umrah, sepuluh jemaah gratis satu. Maka, pengurus masjid bisa ikut berangkat umrah, dan ada keuntungan yang didapatkan oleh masjid," tambahnya.

Dengan berbagai hal tersebut, masjid diharapkan ada pemasukan dari sektor usaha, sehingga bisa menyalurkan bantuan ke jemaahnya. Khususnya ke masyarakat terdampak Covid-19, seperti yang melakukan isoman atau yang kehilangan pekerjaan.

"Kami hanya terkendala sosialisasi secara masif. Selain jumlah kami yang terbatas, untuk waktu kami berkunjung juga sangat singkat. Kami juga berharap, hal ini bisa tersalurkam ke seluruh takmir dan marbot masjid di Kota Malang," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved