Breaking News:

Berita Malang

Pemkot Malang Diminta Hati-hati dalam Penyusunan DED dan Adendum Pasar Besar

Keseriusan Pemerintah Kota Malang dalam melakukan revitalisasi Pasar Besar cukup mendapatkan perhatian dari sejumlah fraksi yang ada di DPRD Kota Mala

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Rifki Edgar
Suasana dalam sidang paripurna di gedung DPRD Kota Malang, Senin (4/10). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Keseriusan Pemerintah Kota Malang dalam melakukan revitalisasi Pasar Besar cukup mendapatkan perhatian dari sejumlah fraksi yang ada di DPRD Kota Malang.

Mereka meminta kepada Pemkot Malang untuk lebih berhati-hati dalam membuat segala keputusan terkait dengan rencana revitalisasi Pasar Besar ini.

Pasalnya, di dalam pembangunan Pasar Besar masih ada perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga yang dalam hal ini Matahari Departemen Store.

Perjanjian kerjasama tersebut berlangsung hingga tahun 2034 mendatang.

"Pasar Besar ini dibutuhkan perhatian dan keseriusan Wali Kota Malang melalui evaluasi yang berkesinambungan, terutama kematangan DED dan Adendum," ucap Ketua Fraksi PDIP, Eko Herdiyanto.

Baca juga: Balap Liar di Jalan Ahmad Yani Kota Malang Disergap Polisi, 65 Kendaraan Diamankan

Fraksi PDIP pun tak ingin, adanya kendala yang menjadikan proyek pembangunan Pasar Besar nanti mangkrak.

Apalagi, Pemkot Malang berencana mengawali pembangunan Pasar Besar pada tahun 2022 mendatang.

Saat ini, Pemkot Malang sedang melakukan penyusunan DED di pasar yang telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali itu.

"Kami minta, jangan sampai kepemimpinan Saudara Walikota Malang malah menambah 'museum pembangunan mangkrak' di Kota Malang. Jadi harus ada keseriusan," ujarnya.

Baca juga: Namai Anaknya Pakai 19 Kata, Orangtua di Tuban Kesulitan Buat Akta hingga Surati Presiden Jokowi

Selain itu, dewan juga menyoroti belum ada keputusan dari Pemkot Malang terkait kondisi yang berada di Pasar Gadang dan Pasar Blimbing Kota Malang.

Kedua pasar nasibnya sama, dengan Pasar Besar, yakni masih terikat perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga

"Kalau kondisi dua pasar ini juga mengalami pembiaran dengan kondisi yang kurang baik dan Pemkot belum memiliki langkah strategis, pasti akan semakin buruk," ucap Eko Pujianto dari Fraksi Damai DPRD Kota Malang.

Dia pun menyarankan kepada Pemkot Malang agar lebih berani dalam mengambil tindakan untuk memutuskan perjanjian kerjasama dengan pihak swasta di dua pasar terus.

"Itu saran dari kami. Kalau bisa tiga pasar itu harus bisa diselesaikan. Biar nasibnya sama dengan pasar-pasar lain yang sudah direvitalisasi," tandasnya.

Baca juga: Dua Wisatawan asal Sukoharjo Terseret Ombak di Pantai Ngiroboyo Pacitan, Satu Orang Hilang

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved