Breaking News:

Berita Nganjuk

Optimalisasi, BPJS Ketenagakerjaan Intensif Sosialisasi Program ke Perangkat Desa di Nganjuk

Optimalisasi pelaksanaan jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan intensif melakukan sosialisasi program ke perangkat desa di Nganjuk.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan sosial kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia, Senin (4/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan intensif sosialisasikan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kali ini, sosialisasi dilakukan terhadap para perangkat desa di wilayah Kecamatan Bagor dan Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk, Bisri Yusmadi mengatakan, sosialisasi tersebut berisi tentang manfaat program BPJamsostek, terutama sosialisasi dan pendekatan melalui perangkat desa.

Diharapkan, akan semakin banyak pekerja, terutama dari sektor informal yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

"Para peserta BPJS Ketenagakerjaan akan banyak mendapat manfaat, dan ini yang harus selalu disampaikan kepada masyarakat pekerja," kata Bisri, Senin (4/10/2021).

Dijelaskan Bisri, beberapa program dan manfaat yang didapatkan peserta di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Serta santunan berupa beasiswa kepada ahli waris bagi yang memiliki anak dengan usia sekolah jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

"Iuran BPJS Ketenagakerjaan cukup ringan sebesar Rp 15 ribu setiap bulannya, tetapi manfaat yang akan diterima peserta cukup banyak," ucap Bisri.

Menurut Bisri, salah satu manfaat yakni santunan merupakan bagian dari manfaat yang didapat jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Khususnya, mengikuti program JKM.

Baca juga: DLH Nganjuk Belum Bersikap Terkait Polusi Abu Asap Cerobong PG Lestari: Menunggu Instruksi

Melalui sosialisasi tersebut, pihaknya berharap perlindungan jaminan sosual ketenagakerjaan semakin optimal di Kabupaten Nganjuk.

Oleh karena itu, tambah Bisri, pihaknya mengajak para perangkat desa hingga ketua RT, RW maupun peserta informal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena jika sudah menjadi peserta, maka bekerja bisa tenang dan optimal.

"Sekaligus semua hak-haknya akan terlindungi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," tutur Bisri.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan bagi lima ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia.

Salah satunya diberikan kepada ahli waris atas nama Nurhayati yang menerima santunan JKM dan beasiswa bagi anak dari jenjang SD hingga perguruan tinggi dengan total Rp 75 juta. Selain itu, turut menerima JHT dan Jaminan Pensiun (JP) berkala setiap bulannya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved