Breaking News:

Berita Malang

Cewek di Kota Malang Gagal Ikuti Vaksinasi Gegara NIK Dipakai Warga Pancoran Jakarta

Gadis asal Kota Malang, Via Nataprawira (17), merasa kaget ketika mengikuti vaksinasi drive thru Polresta Malang Kota.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Gadis Kota Malang Gagal ikuti vaksinasi karena NIK dipakai warga Pancoran Jakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Cewek asal Kota Malang, Via Nataprawira (17), gagal mengikuti vaksinasi drive thru Polresta Malang Kota. Pasalnya, Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya sudah dipakai orang lain di Pancoran, Jakarta Selatan.

Saat dilakukan registrasi dan pendataan, dari data NIK nya, ia sudah mendapatkan vaksin dua kali.

"NIK nya sudah terdaftar vaksin dua kali. Padahal, saya belum sama sekali vaksin. NIK saya terdaftar vaksin dua kali di Pancoran, Jakarta," ujar Via Nataprawira kepada TribunJatim.com, Rabu (6/10/2021).

Dirinya mengaku heran, mengapa NIK nya bisa dipakai oleh orang lain di Jakarta. Padahal, ia belum pernah sama sekali datang ke Jakarta.

Karena permasalahan itulah, gadis berkacamata ini belum bisa mendapatkan vaksin.

Baca juga: Polresta Malang Kota Gelar Vaksinasi Drive Thru, 50 Dosis Vaksin Sinovac Disiapkan untuk Masyarakat

"Akhirnya, yang bisa mendapatkan vaksin adalah adik saya, Revanka (15) yang saya bonceng ini," ungkapnya.

Mendengar permasalahan tersebut, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto berjanji akan segera menelusurinya.

"Kami akan cek terkait NIK yang digunakan, kita akan berkomunikasi dengan jajaran Polres Jakarta Selatan terkait wilayah itu untuk ditelusuri. Karena kasihan mereka, belum vaksin tetapi NIK nya sudah digunakan," jelasnya.

Pria yang akrab disapa BuHer ini juga mengungkapkan, kasus tersebut bukan kali pertama terjadi. Karena kejadian yang sama, pernah ditemukan saat kegiatan vaksinasi di Poliklinik Polresta Malang Kota.

"Kemarin di poliklinik, ada peserta vaksin yang NIK nya digunakan di wilayah rumah sakit Blitar Kota. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa vaksinasi, akhirnya kami hubungi pihak Blitar Kota untuk diklarifikasikan," terangnya.

Setelah dilakukan klarifikasi, ternyata benar, ada kesalahan input dari operator.

"Sehingga masalah bisa clear, dan yang bersangkutan bisa melaksanakan vaksinasi," tambahnya.

BuHer juga menegaskan kembali, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut, sehingga Via Nataprawira bisa memperoleh vaksin

"Pasti, kami melihat dulu, kesalahan satu digit ini kan bisa merubah. Oleh karena itu, kita lihat dulu, apakah memang ada kesalahan dalam menginput data ataukah ada yang memang sengaja mengambil data orang lain," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved