Breaking News:

Berita Kediri

Kuasa Hukum Pelaku Pembunuhan di Gurah Kediri Minta Kasus Dihentikan

Kuasa Hukum pelaku pembunuhan remaja Gurah di Kediri minta polisi untuk menghentikan proses penyelidikan

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Farid Mukarom
Taufik Dwi Kusuma Pengacara pelaku saat diwawancarai di Mapolres Kediri 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kuasa Hukum pelaku pembunuhan remaja Gurah di Kediri minta polisi untuk menghentikan proses penyelidikan.

Hal ini disebabkan oleh fakta baru yang ditemukan dalam kasus pembunuhan remaja Q di Gurah Kediri yang dinyatakan tidak hamil.

Taufik Dwi Kusuma selaku pengacara AAN (15) menyampaikan jika pihaknya sudah mengetahui adanya laporan tentang korban yang dinyatakan tidak hamil.

"Dan oleh karena hasil tersebut dinyatakan negatif maka, kami menduga bahwa motif terjadinya tindak pidana tersebut berawal karena ada unsur kebohongan yang dilakukan oleh korban kepada anak (korban)," ujarnya kepada TRIBUNMATARAMAN.COM.

Masih kata Taufik Dwi Kusuma, pihaknya menyampaikan jika terjadinya tindak pidana tersebut diawali dengannya unsur kebohongan mengaku hamil yang dilakukan oleh korban (melalui chat).
"Kami selaku Penasehat Hukum menilai bahwa perbuatan tindak pidana Anak tersebut turut juga mengalami dampak hukum dari perbuatan si korban," jelasnya.

Baca juga: Buntut Demo Tolak Sirtu, Sejumlah Petani di Kediri Dipanggil Polisi, Kasat Reskrim Sebut Klarifikasi

"Secara hukum dampak yang dirasakan oleh anak adalah diberi sanksi pidana dengan penerapan (Pasal 338 KUHP) dengan pembunuhan berencana Pasal (340 KUHP) yang disangkakan oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Karena melihat hasil sementara rangkaian pristiwa tersebut, seharusnya pihak kepolisian dalam Pemberian sangkaan pertanggungjawaban pidana kepada anak haruslah mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak di masa mendatang atau di masa depan asas (ultimum remedium). 

"Kami berharap pihak kepolisian, melakukan trobosan penyelesaian hukum dengan cara diversi, hal ini dapat dilakukan oleh penyidik kepolisian (diskresi)tersebut kepada anak tanpa dengan meneruskannya ke jaksa penuntut umum," tandasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres AKP Rizkika Atmadha saat dikonfirmasi mengenai desakan dari pengacara, menjelaskan jika pihaknya akan tetap melakukan proses penyidikan hingga ke penuntutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved