Breaking News:

Berita Madura

Para Demonstran Aksi Tolak Pelaksanaan Pilkades Serentak 2025 di Sampang Tak Ditemui Bupati

Puluhan masyarakat Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sampang menggruduk Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanggara
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang, Harunur Rasyid beserta kepala OPD saat menemui demontran aksi tolak pelaksanaan Pilkades serentak 2021, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM, SAMPANG - Puluhan masyarakat Kabupaten Sampang, Madura yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sampang menggruduk Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Rabu (6/10/2021).

Hal dilakukan sebagai aksi penolakan Surat Keputusan (SK) Bupati Sampang nomor 188.45/272/KEP/434.013/2021.

Tentang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar 2025 mendatang.

Akan tetapi, dalam aksi itu para demonstran hanya ditemui oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang, Harunur Rasyid.

Kemudian, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) R. Chalilurrahman dan Kepala Bakesbangpol Sampang Anang Djoenaedi Santoso.

Sebab, Bupati Sampang Slamet Junaidi sedang menjalankan dinas luar kota ke Jakarta.

"Bapak Bupati sedang tidak ada, sekarang beliau menjalankan kedinasan ke Jakarta," kata Harunur Rasyid dihadapan para demonstran.

Namun, dirinya siap menampung semua tuntutan demonstran dan nantinya akan disampaikan kepada Bupati Sampang.

"Kami atas nama pemerintah daerah meminta maaf karena Bapak Bupati tidak bisa menemui Bapak-bapak sekalian," terangnya.

Baca juga: Warga Desa Kombang Sumenep Antusias Ikuti Vaksin Covid-19

Atas penyampaian itu, para demonstran merasa kecewa, bahkan tidak percaya atas tugas yang dijalani Bupati Sampang ke luar kota.

Sehingga, para demonstran terus berorasi meminta Bupati Sampang keluar untuk merespon aksi yang sudah dilakukan.

"Jika benar Bapak Bupati keluar kota kami akan tunggu sampai mau menemui kami, meskipun sampai besok," kata salah satu koordinasi aksi, Rolis Sanjaya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved