Breaking News:

Sampoerna Kayoe: Kehadiran Panel Surya Bagian dari Tanggung Jawab Bisnis untuk Melestarikan Bumi

Sampoerna Kayoe menyebut kehadiran fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jombang merupakan tanggung jawab bisnis dan melestarikan bumi.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Peresmian fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,7 MWp pada dua pabrik milik Sampoerna Kayoe yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) atau Sampoerna Kayoe menyebut kehadiran fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,7 MWp pada dua pabriknya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yakni SGS di Tanon dan SGS di Pundong, adalah bagian dari tanggung jawab bisnis dalam turut serta mencintai dan melestarikan bumi.

Kendati begitu, tanggung jawab dalam ikut serta melestarikan bumi sejatinya sudah dilakukan oleh Sampoerna Kayoe sejak lama.

Direktur Komersial Sampoerna Kayoe, Edward Tombokan mengatakan, sejatinya, komitmen Sampoerna Kayoe terhadap keberlanjutan sudah dimulai sejak awal, dari rantai pasokan bahan baku log kayu dengan program sertifikasi hingga memastikan ketertelusuran (traceability) produk.

Transformasi operasional menggunakan energi terbarukan diharapkan dapat memberikan produk Sampoerna Kayoe keunggulan kompetitif di pasar global yang semakin mementingkan proses produksi yang bertanggung jawab.

“Upaya keberlanjutan seperti ini bukan yang pertama dilakukan oleh Sampoerna Kayoe. Komitmen keberlanjutan pertama kami adalah kerja sama dengan petani kecil di seluruh Indonesia untuk mendapatkan sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC), guna memastikan praktik pengelolaan hutan yang lestari dan keterlacakan rantai pasokan," kata Edward Tombokan di acara peresmian fasilitas Panel Surya di pabrik Tombokan, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Kepala Divisi Strategis dan Manajemen Performansi Sampoerna Kayoe, Alvin Puspowidjono mengatakan, menurut Badan Energi Internasional, pangsa energi terbarukan diperkirakan akan mencapai 30 persen pada tahun 2024 dan akan terus meningkat dalam dekade mendatang.

Hal itulah yang memperkuat alasan Sampoerna Kayoe untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dunia melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Baca juga: Cintai Bumi, Sampoerna Kayoe Resmikan Panel Surya Berkapasitas 1,7 MWp di Jombang

”Menipisnya persediaan stok energi fosil dan meningkatnya dampak krisis iklim menyebabkan seluruh dunia saat ini semakin bergerak menuju arah pembangunan yang Iebih berkelanjutan," ujar Alvin.

"Kami harap dengan inisiatif ini, Iebih banyak rekan-rekan perusahaan dan industri yang tergerak untuk memulai transisi menuju penggunaan energi yang Iebih ramah lingkungan," tutup Alvin.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved