Breaking News:

Berita Jatim

Bisnis Potong Ayam di Jawa Timur Makin Moncer, Darbe Meats Siap Tembus Pasar Ekspor

Bisnis potong ayam di Jawa Timur semakin moncer, Darbe Meats siap menembus pasar ekspor di tahun 2022.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
Ayam di pabrik DJA - Darbe Meats di Sidoarjo saat melewati proses seleksi kesehatan, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Saat ini, bisnis potong ayam di Jawa Timur makin moncer. Satu di antaranya dialami oleh PT Darbe Jaya Abadi (DJA).

Melalui merek dagangnya Darbe Meats, DJA sebagai perusahaan yang tak hanya menjalankan bisnis potong ayam saja, namun juga potong sapi dan domba ini menyebut, pihaknya siap menembus pasar ekspor di tahun 2022.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Pemasaran dan Operasional DJA - Darbe Meats, Ongky Aries.

"Saat ini, dengan memiliki dua rumah potong ayam (RPA) yang berlokasi di Sidoarjo dan Mojokerto, Jawa Timur, dan keduanya telah beroperasi full scale dengan kapasitas produksi masing-masing 2.000 ekor per jam dan didukung kapasitas peyimpanan baik internal maupun eksternal lebih kurang 1.000 ton, kami telah mampu mencakup pasar domestik hampir seluruh wilayah," jelas Ongky pada TribunJatim.com, Kamis (7/10/2021).

"Bahkan, kami memproyeksikan sampai dengan akhir tahun 2021 mampu memberikan kontribusi penjualan sebesar 3.200 ton. Hal ini menunjukkan masih terbuka peluang yang sangat besar untuk meningkatkan market share kami," tambahnya.

Melihat kondisi tersebut dan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), di mana kebutuhan daging ayam secara nasional pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai 3,2 juta ton, DJA siap untuk menyambut momentum ini sebagai upaya untuk lebih dari menguasai dan menguatkan pasar domestik saja, tapi juga tertuju untuk ekspor.

"Jadi, pada tahun 2022, kami berencana mulai membuka pasar ekspor baru, dengan negara tujuan ekpor dengan keterdekatan jarak jangkauan yang relatif dekat yaitu Malaysia dan Jepang. Adapun untuk strateginya, saat ini sudah mulai kami tata dan siapkan. Satu di antaranya perihal penguatan jaringan ekosistem," sambungnya.

Baca juga: Sampoerna Kayoe: Kehadiran Panel Surya Bagian dari Tanggung Jawab Bisnis untuk Melestarikan Bumi

Ongky menambahkan, untuk pasar domestik, hingga saat ini, kontribusi terbesar di Jawa Timur, di mana 62 persen rantai distribusi berada di Jawa Timur, meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jombang, Magetan, Mojokerto, Malang, Tulungagung, dan untuk sistem penjualan pakai keagenan serta pengolahannya.

Kemudian 35 persen di Bali segmen pasar basah, 2 persen di Jawa Barat di wilayah Bandung di segmen end-user dan 1 persen di Makassar segmen end-user.

"Adapun untuk sebaran profil pembeli produk Perseroan adalah kalangan pedagang, ritel, dan industri, mencerminkan Perseroan memiliki profil ketergantungan yang rendah terhadap single buyer tertentu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved