Breaking News:

Berita Pasuruan

Cakupan Akta Kelahiran Kota Pasuruan Capai 99 Persen

Dapat kunjungan dari UNICEF, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan cakupan akta kelahiran di Kota Pasuruan telah mencapai 99

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Galih Lintartika
Foto Walikota Pasuruan Gus Ipup saat menyambut kedatangan UNICEF 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Dapat kunjungan dari UNICEF, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan cakupan akta kelahiran di Kota Pasuruan telah mencapai 99 persen.

Artinya Kota Pasuruan menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Perlu diketahui bahwa Kota Pasuruan merupakan satu-satunya Kota/Kabupaten di Indonesia yang capaian cakupan akte kelahiran anak lebih dari 99 persen,” kata Gus Ipul ketika menerima kunjungan tim monitoring terpadu program kerjasama pemerintah dengan UNICEF, Kamis (7/9/2021)

Capaian 99 persen ini, kata Gus Ipul, merupakan upaya berbagai pihak termasuk di dalamnya suport program UNICEF. Dispendukcapil juga terus berinovasi dan bekerjasama dengan beberapa mitra antara lain fasilitas kesehatan dalam peningkatan cakupan akte kelahiran.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga menyampaikan terimakasihnya karena UNICEF juga membantu menangani masalah anak dengan program pendampingan di 10 kelurahan di Kota Pasuruan.

Sebanyak 10 kelurahan yang mendapatkan pendampingan di antaranya adalah Kelurahan Gadingrejo, Petahunan, Bukir, Wirogunan, Kebonagung, Tembokrejo, Panggungrejo, Pekuncen, Petamanan dan Kepel. 

“Program ini bertujuan untuk memperkuat kelembagan forum anak, peningkatan peran anak serta pendampingan pelayanan rujukan anak di kelurahan,” ujar Gus Ipul.

Dalam menangani Covid-19, UNICEF juga mensuport meski tidak secara langsung. Dari data yang ada, penularan Covid-19 di Kota Pasuruan menjadi yang terendah di Jawa Timur.

Baca juga: Insentif untuk Mudin atau Petugas Keagamaannya Desa di Sidoarjo Segera Cair

UNICEF juga membantu Pemkot Pasuruan dalam meningkatkan program sekolah inklusif dengan melakukan beberapa hal di antaranya pendampingan pelatihan pada 32 orang guru mapel dan 40 orang guru penjas adaptif. (lih)

Kumpulan berita Pasuruan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved