Breaking News:

Berita Malang

Tingkatkan Penjualan, SGP Gandeng APERSI Jatim

PT Singa Graha Perkasa (SGP) selaku distributor utama produk semen Singa Merah, optimis angka penjualan terus meningkat. Karena pada tahun 2021 ini, p

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim/kukuh
Chief Executive Officer (CEO) PT Singa Graha Perkasa (SGP) Anthonio Altan saat memberikan paparan kepada Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APERSI Jawa Timur, Evan Djunaedi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - PT Singa Graha Perkasa (SGP) selaku distributor utama produk semen Singa Merah, optimis angka penjualan terus meningkat. Karena pada tahun 2021 ini, perusahaan tersebut menargetkan penjualan mencapai satu juta ton.

"Target pemasaran kita, 1 juta ton. Tahun depan, 2 juta ton. Target itu menyesuaikan dengan kapasitas produksi pabrik Semen Singa Merah di daerah Jember," ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Singa Graha Perkasa (SGP) Anthonio Altan saat ditemui TribunJatim.com, Jumat (8/10/2021).

Dirinya menjelaskan, kapasitas produksi pabrik Semen Singa Merah yang ada di Jember, masih bisa dimaksimalkan hingga 3 juta ton dalam setahun. Namun untuk saat ini, pabrik tersebut masih memproduksi 1 juta ton semen per tahun.

"Kalau nanti mesin di sana sudah  disetel, tinggal meningkatkan produksi saja," tambahnya.

Dirinya mengungkapkan, untuk peningkatan penjualan di daerah Jawa Timur, SGP sudah menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Jawa Timur.

Dari kerja sama tersebut, tingkat penjualan ditarget mencapai 50.000 ton.

"Target penjualan dari kerja sama ini sebanyak 50.000 ton selama setahun, sampai tahun depan. Kerja sama tersebut diharapkan, bisa membantu para pengembang yang tergabung dalam APERSI Jawa Timur dalam mewujudkan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," bebernya.

Dan untuk saat ini, penjualan Semen Singa Merah di Jawa Timur didominasi melalui penjualan ritel sebesar 80 persen. Sedangkan penjualan untuk proyek, masih 20 persen.

"Sekarang penjualan di Jawa Timur melalui ritel dan proyek. Ritel sebesar 80 persen, proyek 20 persen. Selain itu, kami berikan program subsidi harga semen dan subsidi angkutan logistik sampai 50 persen, diperuntukkan khusus bagi seluruh anggota APERSI di Jawa Timur guna menunjang pembangunan di sektor properti," jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APERSI Jawa Timur, Evan Djunaedi mengungkapkan, kebutuhan semen untuk proyek perumahan yang ada di bawah Apersi Jatim, diperkirakan sebesar 50.000 ton sampai akhir tahun.

"Kalau perkiraan kami sekitar 50.000 ton sampai akhir tahun. Dan meski kondisi terpuruk, permintaan rumah di Jawa Timur masih tumbuh sekitar 4 sampai 5 persen," terangnya.

Evan juga berharap, dengan produk semen Singa Merah tersebut, dapat membantu program pemerintah dalam bidang perumahan, baik yang Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun Non MBR guna mengatasi backlog perumahan di Indonesia.

"Selain itu, SGP juga membantu subsidi semen untuk pembangunan tempat-tempat ibadah, diantaranya musholla, masjid, gereja, dan sebagainya, beserta pembangunan sarana-sarana pendidikan untuk fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) masyarakat se Jawa Timur," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved