Breaking News:

Berita Trenggalek

Cakupan Vaksinasi Masih Rendah, Upaya Trenggalek Turun ke Level 2 Terkendala Stok Vaksin

Kabupaten Trenggalek masih masuk dalam level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendag

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Kabupaten Trenggalek masih masuk dalam level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 47/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek Saeroni mengatakan, penyebab Kabupaten Trenggalek masih berada di level 3 adalah cakupan vaksinasi Covid-19 yang masih rendah.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun Dinkes PPKB Trenggalek per 7 September 2021, cakupan vaksinasi dosis pertama masih berada di angka 27,25 persen dari target sasaran.

Sementara vaksinasi dosis kedua masih berada di angka 18,17 persen.

Baca juga: BMKG Ajari Nelayan di Trenggalek Pahami Cuaca Lewat Teknologi

Sementara untuk turun ke level 2, kata Saeroni, salah satu indikator yang harus dicapai adalah vaksinasi dosis pertama mencapai 50 persen ke atas. Serta vaksinasi untuk lanjut usia mencapai 40 persen dari total sasaran.

“Ini kita (Trenggalek) belum bisa mencapai itu,” kata Saeroni, Sabtu (9/10/2021).

Cakupan vaksinasi yang masih rendah, lanjut dia, disebabkan kedatangan dosis yang juga terbatas.

Baca juga: Rutan Kelas IIB Trenggalek Bentuk Tim Telusuri Data Kependudukan Napi untuk Vaksinasi 

Hingga saat ini, jumlah vaksin yang telah disuntikkan ke warga mencapai 266.746 dosis.

Sementara dosis yang tersisa di Gudang Farmasi Dinkes PPKB hingga saat yang sama berjumlah 10.695 dosis.

Meski demikian, Saeroni menyebut kondisi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek telah membaik. Hal itu terlihat dari beberapa indikator.

“Kalau dari indikator kapasitas respons dan transformasi atau penularan di komunitas, itu Trenggalek sudah di level 1. Tetapi, karena vaksinasinya yang masih kurang dari 50 persen. Ini kita levelnya tetap level 3,” ujar dia.

Pemkab Trenggalek berharap kedatangan vaksinasi di wilayah tersebut bisa lebih cepat ke depannya. Sehingga proses vaksinasi juga bisa melaju lebih kencang.

“Untuk dapat mencapai 50 persen, kita masih harus memvaksinasi sekitar 150.000-an dosis. Itu untuk semua masyarakat. Termasuk lansia, pelajar, dan lain-lain,” tuturnya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved