Berita Tuban

Kepala Dusun di Tuban yang Terjerat Kasus Selingkuh Laporkan Kades dan 8 Warga

Kepala Dusun Kenti, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Slamet Idul Adha (33), melaporkan 9 orang warga setempat. 

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/sudarsono
Kuasa Hukum Kadus Kenti Slamet Idul Adha, Heri Subagyo, saat menunjukkan bukti laporan, Minggu (10/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Slamet Idul Adha (33), Kepala Dusun Kenti, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, melaporkan 9 orang warga setempat. 

Tak main-main, dari para terlapor itu bahkan Kepala Desa, Kurniali (40), juga turut dilaporkan Kadus yang terjerat kasus dugaan perselingkuhan

"Ada Kades dan 8 warga kita laporkan, jadi 9 orang yang kita laporkan ke Polres Tuban pada Kamis lalu," kata kuasa hukum Slamet Idul Adha, Heri Subagyo, Minggu (10/10/2021).

Heri menjelaskan, mereka dilaporkan terkait dugaan tindakan pidana menghasut sebagaimana sesuai pasal 160 KUHP.

Baca juga: Kisah Anak Pedagang Es Buah di Gresik Wakili Indonesia di Kejuaraan Matematika Internasional

Kemudian menggelar aksi demo di balai desa setempat tanpa adanya surat pemberitahuan kepada pihak berwajib.

Dampaknya, pelayanan desa terganggu karena balai desa disegel oleh massa aksi, Jumat (1/10/2021), pagi. 

"Kades Talangkembar kelihatan melakukan pembiaran demo, sehingga terjadi penutupan kantor desa," ungkapnya. 

Baca juga: Adu Banteng Truk Tangki Vs Truk Tronton di Saradan Madiun, Sempat Oleng Lalu Seruduk Warung

Ia menduga, kades dan 8 warga lainnya menghalang-halangi pelaksanaan penetapan pengadilan dengan nomor nomor 130/G/2021/PTUN.Sby tanggal 23 September 2021.

Di mana ada poin dalam penetapan pengadilan itu mewajibkan tergugat untuk menunda pelaksanaan keputusan objek sengketa, yakni Surat Keputusan Kades Talangkembar nomor 188.45/1/KPTS/414.410.05/2021 tanggal 28 Januari 2021 tentang pemberhentian perangkat Desa Talangkembar atas nama Slamet Idul Adha, jabatan Kepala Dusun Kenti.

Baca juga: Tragis, Seorang Pria Tewas Tertimpa Truk Muatan Tebu 7 Ton di Jalan Pahlawan Tulungagung

Apabila Kades Talangkembar menolak penetapan Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Surabaya, maka itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap perintah pengadilan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. 

"Kepala desa seyogyanya menghormati penetapan pengadilan. Imbasnya dimungkinkan akan timbul tuntutan hukum lagi," terang Heri.

Ditambahkannya, mengenai dugaan asusila, bahwa Satreskrim Polres Tuban telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tentang kasus dugaan perizinan yang dilakukan Slamet Idul Adha. 

Hasil gelar perkara menyimpulkan, bahwa perkara perzinahan belum cukup bukti, hingga dihentikan penyidikan dan tidak bisa dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved