Breaking News:

Berita Jatim

Maksimalkan Layanan Selama Pandemi, Kunjungan ke Lapas/Rutan Akan Wajib Gunakan PeduliLindungi

Terus memaksimalkan layanan selama pandemi Covid-19, kunjungan ke lapas/rutan akan wajib gunakan aplikasi PeduliLindungi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Lapas/rutan di Jawa Timur telah melengkapi mekanisme screening keabsahan status kesehatan dengan menerapkan pengecekan QR code aplikasi PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kanwil Kemenkumham Jatim mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuka kembali layanan kunjungan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (rutan).

Beberapa lapas/rutan di Jawa Timur bahkan telah melengkapi mekanisme screening keabsahan status kesehatan dengan menerapkan pengecekan QR code aplikasi PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Krismono mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 (virus Corona) yang mulai terkendali membuat pihaknya mulai memikirkan untuk membuka kembali layanan kunjungan.

Tapi, tetap dengan pembatasan yang berorientasi pada kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Tentunya dengan penerapan prokes yang sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan," ujar Krismono, Minggu (10/10/2021).

Salah satu langkah agar memudahkan pemantauan adalah dengan memasang aplikasi PeduliLindungi dari Kemenkes.

Krismono menerangkan, sejak September 2021 lalu, jajarannya telah melakukan registrasi kepada Kemenkes. Tujuannya agar setiap kantor pelayanan mendapatkan akses ke aplikasi PeduliLindungi.

Satker-satker yang selama ini banyak dikunjungi masyarakat seperti lapas, rutan dan kantor imigrasi akan mewajibkan penggunaan aplikasi tersebut. 

"Saat ini sudah mulai dapat respons, seperti di Lapas Pasuruan sudah turun QR code-nya," jelasnya.

Baca juga: Kenakan Pakaian ala Liburan ke Pantai Jadi Cara Kemenkumham Jatim Urai Ketegangan Peserta Tes CPNS

Kendati begitu, terkait kepastian dibukanya kembali layanan kunjungan di lapas atau rutan, masih bergantung Ditjen Pemasyarakatan.

Pasalnya, sampai saat ini, pihaknya sedang melakukan koordinasi yang intens.

Menurutnya, layanan kunjungan selama ini menjadi sarana untuk menjaga psikologis warga binaan agar tetap tenang. 

"Secara psikologis memang tidak baik bagi warga binaan yang sudah lama tidak bisa bertatap muka langsung dengan keluarganya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved