Berita Kota Batu

Warna-warni Bunga Tabebuya Percantik Jalanan di Kota Batu, Berikut 5 Lokasinya

Bunga Tabebuya di Kota Batu mulai bermekaran. Warnanya kuning, ungu dan putih. Sejumlah jalan protokol dihiasi warna-warni bunga Tabebuya, termasuk ka

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/BENNI INDO
Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Jl Diponegoro yang mengarah ke Alun-alun Batu. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATUBunga Tabebuya di Kota Batu mulai bermekaran. Warnanya kuning, ungu dan putih. Sejumlah jalan protokol dihiasi warna-warni bunga Tabebuya, termasuk kawasan Balaikota Among Tani.

Bunga Tabebuya di Kota Batu memang rutin mekar setiap kali hendak memasuki musim penghujan atau musim pancaroba. Sejumlah pengendara pun dibuat takjub karena keindahan warna bunga-bunga ini. 

Sejumlah tempat yang dihiasi bunga Tabebuya di Kota Batu adalah Jl Panglima Sudirman, Alun-alun Kota Batu, Jl Diponegoro, depan Arhanud dan Jl Drs Moh Hatta.

Baca juga: Kepala Dusun di Tuban yang Terjerat Kasus Selingkuh Laporkan Kades dan 8 Warga

Kasianto, Warga Karangploso yang setiap hari melintasi Kota Batu mengaku senang melihat bunga-bunga bermekaran di pinggir jalan.

Ia mengatakan, warna-warni bunga yang bermekaran di Kota Batu membuat kota semakin indah.

“Seperti bukan di Kota Batu, seperti di negara-negara sub tropis, tapi memang ini Kota Batu,” ujarnya saat ditemui ketika bersepeda kayuh di kawasan Desa Pendem.

Banyak warga yang berfoto-foto di bawah pohon Tabebuya yang bunganya bermekaran. Bagi warga luar Malang Raya, bunga Tabebuya menjadi daya tarik tersendiri.

Baca juga: Bunga Tabebuya Curi Perhatian Pengguna Jalan di Kota Blitar, Makin Terlihat Indah saat Pagi Hari

Rafli, warga Kabupaten Blitar sengaja datang ke Kota Batu untuk berwisata. Ketika tiba di Kota Batu, ia terkejut melihat pemandangan bunga yang bermekaran di pinggir jalan.

“Saya semakin senang melihat warna-warni bunga. Biasanya macet itu membosankan, tapi setidaknya ada pelipur lara karena bisa melihat bunga-bunga yang indah di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca juga: Adu Banteng Truk Tangki Vs Truk Tronton di Saradan Madiun, Sempat Oleng Lalu Seruduk Warung

Ia bersama istri dan anaknya berencana berwisata ke sejumlah tempat di Kota Batu. Begitu melihat adanya bunga-bunga bermekaran, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto.

“Mumpung mekar, jadi sekalian foto. Jangan sampai menunggu tahun depan lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungah Hidup Batu, Aris Setiawan menjelaskan, bunga Tabebuya yang bermekaran saat ini ditanam sejak 2018 lalu. Penanaman itu untuk menunjang indeks kualitas tutupan lahan.

“Khususnya di jalan-jalan protokol. Penanamaan tidak hanya di jalan protokol, tapi juga di sumber-sumber atau kawasan yang rawan longsor. Kalau di sumber dan lahan rawan longsor, jenih pohonnya berbeda, bukan Tabebuya,” ujar Aris.

Selain itu juga untuk keindahan Kota Batu. DLH Batu mulai menanam sejumlah bunga anggrek yang ditempelkan di pohon Tabebuya di kawasan Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Ke depannya, kawasan Jl Panglima Sudirman hendak dijadikan tujuan wisata pejalan kaki.

“Sehingga dapat memecah keramaian Alun-alun Kota Batu. Nanti wisatawan bisa ke kawasan Jl Panglima Sudirman untuk menikmati keindahan bunga,” ketanya.

DLH juga berencana menambah jumlah pohon Tabebuya di kawasan lain, tidak hanya di jalan-jalan protokol. Penambahan itu direncanakan di Jl Ir Sukarno dan Jl Raya Giripurno.

“Kawasan masuk menuju Kota Batu akan kami tanami pohon-pohon Tabebuya,” tegas Aris.

Aris juga meminta agar masyarakat turut menjaga keberadaan pohon-pohon yang melengkapi keindahan Kota Batu.

Keterlibatan masyarakat dapat merawat pohon-pohon sehingga kondisi lingkungna terjaga. Aris mencontohkan, masyarakat bisa turut menyiram pohon yang berada di dekat tempat tinggalnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved