Breaking News:

Berita Jatim

Haji dan Umroh Kembali Dibuka Kemenag Jatim Siapkan Skenario

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, akhirnya membuka umroh dan haji Republik Indonesia

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ilustrasi ibadah umrah 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, akhirnya membuka umroh dan haji Republik Indonesia setelah sekian lama ditutup akibat pandemi Covid-19.

Kabar ini direspon oleh Kementerian Agama Jatim. Dengan adanya hal tersebut, tentunya akan ditindaklanjuti dengan pembahasan secara detail mengenai teknis pelaksanaannya.

Plt Kakanwil Kemenag Jatim, Mohammad Nurul Huda, menjelaskan, tercatat ada 36 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), dan 148 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Kemudian, jumlah waiting list atau daftar tunggu jemaah haji reguler Jatim per 11 Oktober telah mencapai 1.091.796 jemaah. Sementara data pendaftar jamaah umrah di Jatim mencapai 95.179

"Jumlah waiting list terbanyak jika dibandingkan dengan provinsi lain dengan masa tunggu sampai 33 tahun. Mencapai 21,50 persen dari seluruh waiting list di Indonesia," jelasnya, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Naik Suroboyo Bus Kian Gampang, Bayar Tiket Bisa Tapping Seperti di Tol

Komite khusus di Kerajaan Arab Saudi, lanjut Huda, sedang bekerja saat ini guna meminimalisir segala hambatan, yang dapat menyebabkan jemaah umrah tidak bisa melaksanakan ibadah ke tanah suci.

"Mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama 5 hari bagi jemaah umroh yang tidak memenuhi standar kesehatan," paparnya.

"Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi. Semoga rindu jemaah ke baitullah dapat segera terealisasi dengan tetap mengutamakan keamanan jiwa bagi jemaah," tuntasnya.

Sementara itu, Kasi PHU Kemenag Kota Surabaya, Gartaman, menambahkan, pihaknya masih menunggu regulasi Dirjen PHU Pusat terkait SOP dan persyaratannya.

"Karena disitu sudah tertuang ketentuan dan peraturannya seperti apa," ucapnya.

"Semoga semakin lancar. Tidak ada masalah. Penyelenggara ibadah umroh dan haji mematuhi aturan yang ditetapkan," tandasnya.

Kumpulan berita Surabaya terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved