Breaking News:

Berita Kota Batu

Hotel dan Resto di Kota Batu Bergeliat, Tempat Wisata Masih Terkendala Aturan Anak di Bawah 12 Tahun

Sektor pariwisata Kota Batu mulai pulih dan bergeliat. Terutama sektor perhotelan dan restoran. Kondisi berbeda justru terjadi di sektor tempat wisata

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/BENNI INDO
Kondisi Selecta di akhir pekan saat masa PPKM Level 3 sesuai Imendagri. Kondisinya berbeda dengan hotel dan restoran yang banyak didatangi orang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Sektor pariwisata Kota Batu mulai pulih dan bergeliat. Terutama sektor perhotelan dan restoran. Kondisi berbeda justru terjadi di sektor tempat wisata.

Regulasi yang melarang masuk anak usia di bawah 12 tahun menjadi penyebabnya. Sementara aturan itu, tidak berlaku di hotel dan restoran.

Ketua PHRI Batu, Sujud Hariadi menjelaskan, sektor hotel dan restoran kembali normal dalam takaran pandemi. Okupansinya bisa mencapai 50 persen di akhir pekan.

"Kalau untuk hotel dan resto, bagus sekali. Alhamdulillah resto berimbas positif. Rumah makan dan warung bagus sekali. Hotel alhamdulillah mulai beranjak normal dalam ukuran pandemi," terangnya.

Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, DLH Lumajang Kebanjiran Permintaan Tebang Pohon Rawan Tumbang

Akhir pekan, okupansi bisa sampai 50 persen, sesangkan di hari biasa, antara 15 sampai 25 persen. 

"Hanya tujuan wisata yang masih belum, seperti Selecta ini sudah mendapatkan izin dari Kemenpar untuk uji coba tapi teman-teman lain masih tutup," katanya. 

Sujud yang juga Direktur PT Selecta mengatakan, cukup susah bagi pelaku usaha pariwisata untuk tidak memasukan anak di bawah usia 12 tahun.

Baca juga: Hasil Sepak Bola PON XX Papua - Terlalu Kuat Buat Jabar, Jatim Lolos Semi Final Sebagai Juara Grup E

Di sisi lain, jika terdapat pelanggaran, akan ada sanksi berupa penutupan sementara hingga enam bulan.

"Kami cukup risau juga bagaimana nasib teman-teman lain karena ini menyangkut karyawan," ungkapnya. 

Sepinya pengunjung ke tempat wisata akhirnya berimbas terhadap penjual makanan di tempat wisata.

Baca juga: Warna-warni Bunga Tabebuya Percantik Jalanan di Kota Batu, Berikut 5 Lokasinya

Contoh kasus di Selecta, kata Sujud, dari ratusan orang yang masuk saat hari biasa, hanya segelintir saja yang beli makan. 

"Bahkan pernah tidak ada yang beli, jadi benar-benar liburan datang ke sini. Kondisi resto di tempat wisata berbeda dengan resto yang di luar," ungkapnya. 

Dari 160 gerai yang ada di Selecta, hanya 50 persennya saja yang buka. Pedagang mempertimbangkan sepinya pengunjung dan rendahnya daya beli wisatawan di tempat wisata.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved