Breaking News:

Berita Surabaya

'nafas' Perkuat Pasar, Lakukan Ekspansi Jaringan Sensor Kualitas Udara di Bandung dan Surabaya

Pencemaran udara telah menjadi bahaya laten global yang tidak surut, termasuk bagi masyarakat Indonesia

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Aplikasi nafas 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pencemaran udara telah menjadi bahaya laten global yang tidak surut, termasuk bagi masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, dengan adanya pandemi, kegiatan luar ruangan terutama olahraga makin diminati masyarakat.

Masyarakat pun harus bijak merencanakan waktu dan durasi terbaik dalam beraktivitas di luar ruangan secara aman.

Untuk menjawab hal tersebut, nafas, sebuah aplikasi pemantauan data kualitas udara lokal, hadir guna membantu masyarakat untuk mengetahui tingkat polusi udara di suatu lokasi, sehingga bisa memilih waktu yang tepat untuk berkegiatan di luar rumah dan memastikan kesehatannya dapat tetap terjaga.

Dimana, kini, nafas resmi berekspansi jaringan sensor kualitas udara di Bandung dan Surabaya.

Baca juga: Komisi III DPR-RI dan Polda Jatim Berangkatkan 77 Mobil Vaksinasi dan Bagi-Bagi Sembako

Co-Founder dan CEO nafas, Nathan Roestandy menjelaskan, terdapat 5 sensor udara telah ditempatkan di Bandung dan 4 di Surabaya.

"Dengan tambahan ini, total terdapat hampir 130 sensor udara Nafas yang beroperasi termasuk di Jabodetabek, Bali dan D.I Yogyakarta.

Setiap sensor itu dapat memberikan data kualitas udara secara real-time bagi pengguna melalui aplikasi. Dengan jaringan sensor yang sudah terpasang, diharapkan kualitas udara ini bisa dipakai publik dengan baik dengan aplikasi yang mudah dipakai dan dibaca," ungkap Nathan, Senin (11/10/21).

Dijelaskan Nathan, ekspansi jaringan ini dilakukan di Bandung, karena Bandung sering dianggap sebagai kota dengan udara bersih. Namun, nyatanya laporan terbaru Indeks Kualitas Udara berjudul “Polusi Udara di Indonesia dan Dampaknya terhadap Angka Harapan Hidup” memaparkan bahwa Bandung merupakan kota kedua di Indonesia dengan dampak polusi terbesar terhadap kesehatan masyarakat.

"Sedangkan di sisi lain, Surabaya juga merupakan kota metropolitan di Jawa yang padat dengan kendaraan bermotor, sehingga berkontribusi terhadap polusi udara yang signifikan," pungkasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved