Breaking News:

Berita Kediri

Pantau Kesehatan ODGJ di Kota Kediri Melalui Kegiatan Posyandu Jiwa

Pemkot Kediri telah memiliki posyandu  bagi warga yang termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Posyandu bagi ODGJ  ini  membutuhkan perhatian khus

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Didik Mashudi
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar menghadiri kegiatan Posyandu Jiwa yang diikuti pasien orang dengan gangguan jiwa, Minggu (10/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri telah memiliki posyandu bagi warga yang termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Posyandu bagi ODGJ ini membutuhkan perhatian khusus.

Sebelum masa pandemi, Posyandu bagi ODGJ pelaksanaannya setiap tiga bulan sekali. Namun saat pandemi menyesuaikan situasi dan kondisi di setiap puskesmas.

“Posyandu jiwa ini sudah lama di Kota Kediri. Sama seperti posyandu lain yang membedakan adalah pasiennya ODGJ. Mereka datang diperiksa kesehatannya secara umum serta dilatih untuk mengurangi kekambuhan gejala-gejala yang dirasakan,” ujar Ketua TP PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar, Minggu (10/10/2021).

Kota Kediri telah memiliki Posyandu Jiwa sejak 2018. Pasiennya ODGJ yang telah  diskrining dan dipantau kesehatannya. 

Baca juga: Terlibat Pencurian Motor di Lamongan, Pemuda Asal Kediri Ditangkap Polisi

Diharapkan, melalui posyandu jiwa, kesehatan ODGJ di Kota Kediri terpantau baik sehingga tidak menimbulkan penyakit yang lain. 

“Walaupun ODGJ fisiknya juga harus sehat. Sehingga permasalahannya tidak berlipat. Itu upaya yang dilakukan supaya warga tetap sehat termasuk ODGJ yang ada di Kota Kediri,” ungkapnya.

Pelaksanaan posyandu jiwa terdiri dari 5 meja. Pada meja satu pasien yang datang melakukan pendaftaran dan pemantauan kesehatan fisik. 

Baca juga: Sensasi Bermain Game dengan Monitor Canggih LG UltraGear, Didukung NVIDIA G-SYNC dan Panel Nano IPS

Kemudian berlanjut ke meja dua untuk pemantauan gejala, pemberian terapi psikofarmaka, vitamin dan nutrisi. 

Sedangkan meja tiga untuk terapi non psikofarmaka yakni pengendalian gejala oleh perawat. Pada meja empat dilakukan peningkatan ketrampilan perawatan diri. 

Baca juga: Tukar Motor Butut dengan yang Bagus, Maling Motor di Kras Kediri Ini Viral di Media Sosial

Kemudian di meja ke 5 peningkatan ketrampilan hidup sehari-hari dan produktivitas. Pelaksanaan posyandu jiwa bekerja sama dengan kader dan Bhabinkamtibmas. 

Para pasien yang belum mandiri, dijemput oleh kader dan mobil ambulance untuk dibawa ke tempat posyandu jiwa.

Di Kota Kediri ODGJ juga diberikan bantuan yang disesuaikan dengan hasil assessment atau kebutuhannya. 

Di antaranya, mulai dari pendampingan rujukan ke rumah sakit jiwa di Malang untuk kontrol dan rehabilitasi sosial pasca pengobatan.

Ada pula penguatan dan pendampingan untuk pemulihan serta pemberian bantuan sosial.

Baca juga: Ole Gunnar Solskjaer Diremehkan Tak Punya Taktik, Man United Terlalu Andalkan Kualitas Individu

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved