Breaking News:

Berita Malang

Pro dan Kontra Rencana Pembangunan Jembatan Kaca di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Rencana proyek pembangunan jembatan yang berlokasi di Kawasan Jemplang Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang masih men

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Ndaru Wijayanto
Walhi Jatim
Potret lahan di kawasan Jemplang Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang akan dibangun jembatan kaca. Foto diambil pada September 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rencana proyek pembangunan jembatan yang berlokasi di Kawasan Jemplang Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang masih menyisakan pro dan kontra yang terus berhembus hingga kini.

Kritikan kontra datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Dewan Daerah Walhi Jawa Timur, Purnawan Dwikora menilai, pembangunan jembatan kaca akan merusak tatanan filosofi budaya Suku Tengger.

Pasalnya, di dalam site plan pembangunan jembatan kaca, terdapat sebuah Punden yang dikeramatkan masyarakat Suku Tengger.

"Itu merupakan kawasan dunia sakral bagi masyarakat Tengger. Di situ ada punden yang merupakan batas antar dunia manusia dan dunia dewa (suci). Areal yang mengarah pada savana dan lautan pasir itu merupakan dunia suci," ujar Purnawan ketika

Kata Purnawan, jika jembatan kaca jadi dibangun, bisa diartikan sebuah kegiatan yang merusak ekosistem.

Baca juga: Hari Ini, KPK Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Seleksi Jabatan di Pemkab Probolinggo, Ini Daftarnya

"Apakah itu merusak ekosistem? Pertanyaannya membangun bangunan beton dan fondasi, prasarana itu termasuk bentuk perusakan lingkungan," beber pria yang akrab disapa Pupung ini.

Menurut Pupung, kerusakan utama secara masif terletak pada terancamnya eksistensi nilai-nilai budaya yang sudah disakralkan masyarakat Tengger.

"Namun perusakan secara masif adalah bukan pada kerusakanan ekosistemnya, tetapi terhadap nilai-nilai yang terefleksi dari ekosistem. Kawasan tengger itu bukan hanya fisik bentang alam. Kawasan tengger itu merupakan amanat kebudayaan atau rahim budaya. Sehingga saya melihatnya kerusakan yang masif itu kerusakan nilai-nilai," sebut Pupung.

Baca juga: Ole Gunnar Solskjaer Diremehkan Tak Punya Taktik, Man United Terlalu Andalkan Kualitas Individu

Pembangunan jembatan kaca bisa jadi mencederai keteguhan masyarakat Suku Tengger yang memegang teguh prinsip budayanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved