Breaking News:

Berita Surabaya

Satgas Covid-19 Kota Surabaya Jaring 24 Ribu Pelanggar Prokes saat Pandemi, Kumpulkan Denda Rp3,7 M

Penegakan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di Kota Surabaya terus dilakukan

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto saat ditemui di Surabaya, Kamis (10/6/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penegakan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di Kota Surabaya terus dilakukan.

Selain dengan pendekatan humanis, satgas juga tak segan memberikan sanksi berat bagi pelanggar bandel. 

Hingga saat ini, ada sekitar 24 ribu pelanggar di Surabaya yang telah dijaring karena melanggar prokes. "Sekitar 870 di antaranya merupakan usaha, sedangkan lainnya perorangan," kata Koordinator Penegakan Hukum dan Kedisiplinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Senin (11/10/2021). 

Para pelanggar mendapat sejumlah sanksi. Di antaranya, denda. "Hingga saat ini, ada Rp3,7 miliar dari denda yang masuk kas daerah," katanya. 

Selain dengan denda, pihaknya juga telah memberikan sejumlah sanksi lainnya. Misalnya, tour of duty ke Makam Keputih (makam khusus Covid-19) untuk melihat banyaknya jenazah yang dimakamkan selama pandemi. 

Selain itu, juga kerja sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Tempat ini menjadi pusat rehabilitasi bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). 

Baca juga: Sarankan Parapatan Luhur PSHT Digelar di Magetan, Kapolres Madiun Kota: Agar Lebih Kondusif

Para pelanggar akan menjalankan kerja sosial di tempat ini. Di antaranya, merawat para penghuni Liponsos. Sedangkan untuk unit usaha, juga yang mendapat sanksi penutupan.

"Sebenarnya, kami kedepankan sanksi humanis dan persuasif. Kami berikan kesadaran bahwa pandemi ini belum selesai," kata Kepala Satpol PP Surabaya ini. 

Eddy mengungkapkan, pelanggar didominasi mereka yang tak mau menggunakan masker. Kemudian, adanya kerumunan. "Kebanyakan dari mereka (pelanggar) memang karena tidak memakai masker," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved