Breaking News:

Berita Madura

Disomasi PCNU Sampang, Subaidi Masajid Enggan Mengaku Salah Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik NU

Pengerus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Madura keluarkan surat somasi atau teguran kepada Subaidi Masajid.

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/Hanggara Pratama
Subaidi Masajid (jaket hitam dan berkopyah putih) saat berada di kediaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, KH. Syafiudin, (11/10/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Madura telah mengeluarkan surat somasi atau teguran kepada Subaidi Masajid.

Pasalnya, pria asal Desa Batuporo, Kecamatan Kedungdung, Sampang tersebut diduga telah mencemarkan nama baik Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyebut NU adalah “Mutanajjis Mughaladloh” yang disebar luaskan melalui pesan suara di aplikasi WhatsApp (WA).

Somasi dilayangkan sejak tiga hari yang lalu, di mana isi suratnya meminta agar Subaidi Masajid meminta maaf atas ucapannya tersebut.

Adapun, estimasi waktu yang diberikan selama tiga hari mulai 9 - 11 Oktober 2021 dan jika tidak dipenuhi PC NU bersama LPBH NU siap membawa kasus ini ke jalur hukum.

Sehingga, pada hari terakhir tepatnya (11/10/2021) malam, Subaidi Masajid berkunjung ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, KH. Syafiudin.

Baca juga: Mantan Bupati Sampang Noer Tjahja Harap Gubernur dan Wagub Jatim Sukses Seperti Pendahulunya

Tujuannya untuk mengklarifikasi atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukannya.

Akan tetapi ia enggan untuk mengakui kesalahannya, mengingat ujaran itu awalnya disampaikan melalui pesan suara di dalam grup WA yang dinilai bersifat internal atau tertutup.

"Saya sampaikan di dalam grup (WA) tapi kenapa pesan suara saya bisa keluar, sedangkan itu sifatnya tertutup," kata Subaidi Masajid dihadapan para Kiai dengan menggunakan Bahasa Madura.

"Sebenarnya yang mengucapkan banyak di dalam grup itu, tapi kenapa milik saya (pesan suara) yang hanya nyebar," imbuhnya.

Tidak hanya itu, bahkan Subaidi Masajid mengaku benar atas ucapannya sesuai pedomannya yakni salah satu kitap agama yang dibaca.

"Misalkan saya salah baca kitab, Wallahu a'lam, saya minta maaf," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Sektaris PCNU Sampang, Mahrus Zamroni kecewa atas apa yang dilakukan Subaidi Masajid mengingat apa yang disampaikan tentang dugaan ujaran kebencian itu dapat mengganggu kenyamanan NU secara organisasi, baik dari pusat hingga ke ranting.

Terlebih, Subaidi Masajid enggan mengakui kesalahannya, sehingga dirinya akan mencari kebenaran melalui jalur hukum.

"Agar permasalahan ini tidak berkembang secara liar, kami uji kebenarannya melalui jalur hukum," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved