Breaking News:

Berita Surabaya

Luncurkan 'Sinau Kelontong Surabaya' Bersama SRC, Eri Cahyadi Ingin Toko Kelontong Naik Kelas

Pemkot Surabaya serius dalam mengembangkan toko kelontong di Kota Pahlawan. Berkolaborasi dengan Sampoerna Retail Community (SRC), Pemkot meluncurkan

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan Sinau Kelontong Surabaya (SKS), Selasa (12/10/2021) bekerjasama dengan Sampoerna Retail Comunity (SRC). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constanstine Koloway

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya serius dalam mengembangkan toko kelontong di Kota Pahlawan. Berkolaborasi dengan Sampoerna Retail Community (SRC), Pemkot meluncurkan program Sinau Kelontong Surabaya (SKS).

SRC merupakan Toko Kelontong Masa Kini yang tergabung dalam program kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS). Kolaborasi ini ditandai dengan acara peluncuran yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (12/10/2021).

Kerjasama dengan PT SRCIS ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas toko kelontong di Kota Surabaya. "Toko kelontong di Surabaya akan diajarkan bagaimana meningkatkan penjualan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Termasuk, dengan mengintegrasikan teknologi di dalamnya. "Bagaimana pun, kemajuan teknologi ini sangat berpengaruh betul pada penjualan," katanya. 

Baca juga: 2 Bandit Obok-obok Parkiran Kosan di Sukomanunggal Surabaya, 1 Scoopy Raib

Dengan edukasi ini, toko kelontong di Surabaya bisa menjadi tempat yang nyaman bagi warga Kota Surabaya dalam berbelanja. “Mulai sekarang, jenengan harus menyiapkan perubahan itu,” tegasnya di hadapan para pemilik toko kelontong. 

Para pedagang di toko kelontong juga akan masuk dalam aplikasi yang dimiliki SRC. Nantinya, SRC juga akan diintegrasikan dengan aplikasi E-Peken yang dikembangkan Pemkot Surabaya.  

Dengan startegi ini, Pemkot berharap pendapatan pedagang bisa meningkatkan pendapatan. Targetnya, pendapatan bisa meningkat minimal 30 persen. 

Toko kelontong bisa mendaftar lewat aplikasi e-peken dan melaporkan kepada lurah dan camat untuk masuk database pemkot. "Ini bukan persaingan, tapi kita bersinergi untuk membina dan meningkatkan UMKM-nya Kota Surabaya," katanya.

Di sisi lain, Direktur SRCIS Rima Tanago mengatakan program Sinau Kelontong Surabaya (SKS) ini adalah program pembinaan toko kelontong secara berkelanjutan. Mereka membantu toko kelontong bertahan bahkan juga bisa lebih maju. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved