Breaking News:

Berita Malang

Pedagang Pasar di Kota Malang Dapat Pendampingan Membuat Aplikasi Android

Sejumlah pedagang dari 26 pasar rakyat di Kota Malang mendapatkan pelatihan membuat aplikasi android dari tim pemasaran dan komunikasi komite Ekonomi

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Diskopindag Kota Malang
Sejumlah pedagang pasar di Kota Malang saat mengikuti Pendampingan pembuatan aplikasi Android dari tim pemasaran dan komunikasi komite Ekonomi Kreatif Diskopindag Kota Malang, Senin (11/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejumlah pedagang dari 26 pasar rakyat di Kota Malang mendapatkan pelatihan membuat aplikasi android dari tim pemasaran dan komunikasi komite Ekonomi Kreatif Diskopindag Kota Malang di Pasar Bareng, Senin (11/10/2021)

Pendampingan tersebut dilakukan, agar pedagang melek akan digitalisasi teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat.

Taufiq Saguanto, tim pemasaran dan komunikasi komite Ekonomi Kreatif Diskopindag Kota Malang mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan yang dilakukan kepada para pedagang pasar.

Agar nantinya para pedagang ini dapat turut hadir dalam era digitalisasi.

Baca juga: Adendum Belum Jelas, Rencana Pembangunan Pasar Besar Kota Malang di Tahun 2022 Batal

"Pada intinya kami ingin mendampingi komunitas pedagang pasar untuk melek membuat aplikasi android sendiri. Dan kami dari komite ekonomi kreatif siap membantu," ucap Taufiq.

Taufiq mengatakan, para pedagang ini didampingi dalam membuat sebuah aplikasi seperti marketplace.

Pendampingan ini dilakukan, sampai nantinya pedagang ini dapat menyelesaikan pembuatan aplikasi tersebut.

Baca juga: Enam Pot Tanaman di Jalan Besar Ijen Malang Dirusak ODGJ

"Untuk waktu pendampingan kami dampingi sampai mereka (pedagang) dapat membuat aplikasi. Jadi kami lakukan terus menerus," ucapnya.

Melalui pembuatan aplikasi ini diharapkan oleh Taufiq nantinya tidak ada lagi kesenjangan digitalisasi yang dihadapi oleh para pedagang.

Pendampingan ini juga bertujuan untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif yang banyak mengalami kesulitan di era digitalisasi saat ini.

"Sedikit banyak kami menganut 5.0 dimana digitalisasi itu sejatinya harus mampu untuk menyeimbangkan kesenjangan yang selama ini ada karena imbas teknologi,"

"Kami berharap, pelatihan ini dapat dirasakan manfaatnya terutama untuk orang-orang yang selama ini dengan adanya digitalisasi teknologi mengalami kesenjangan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved