Breaking News:

Berita Kota Malang

Antisipasi Peredaran Narkotika di Kampus, Polresta Malang Kota Akan Bangun Kerja Sama dengan Rektor

Mengantisipasi peredaran narkotika di kampus, Polresta Malang Kota akan melakukan kerja sama dengan para rektor.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto saat ditemui TribunJatim.com pada Sabtu (25/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mengantisipasi peredaran narkotika di kampus, Polresta Malang Kota akan bangun kerja sama dengan para rektor.

Hal itu dilakukan, menyusul adanya kasus pesta narkoba yang terjadi di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), tepatnya di Fakultas Ilmu Budaya USU pada Sabtu (9/10/2021) lalu.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan, pihaknya akan membangun kerja sama dengan rektor, dekan, serta berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang. Terkait antisipasi peredaran narkotika di lingkungan kampus.

"Caranya, mungkin dengan melakukan sidak tes urine. Kami juga akan berkolaborasi dengan BNN Kota Malang, untuk bersama-sama melakukan penyelidikan peredaran narkotika. Apalagi di situasi pandemi Covid-19 seperti ini, secara peredaran maupun penggunaan narkotika masih tetap lumayan banyak di Kota Malang," jelasnya kepada TribunJatim.com, Rabu (13/10/2021).

Disinggung mengenai apakah ada peredaran narkotika di lingkungan kampus di wilayah Kota Malang, pria yang akrab disapa BuHer ini hanya menjawab secara singkat.

"Anggota Sat Resnarkoba Polresta Malang Kota bersama dengan BNN Kota Malang masih melakukan penyelidikan," tambahnya.

Baca juga: Kejar Herd Immunity, Polresta Malang Kota Gencarkan Pendataan Lansia untuk Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, AKP Danang Yudanto melalui Kaur Bin Ops Satreskoba Polresta Malang Kota, Iptu Bambang Heryanta mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19, jumlah ungkap kasus narkotika di kalangan mahasiswa mengalami penurunan.

"Ungkap kasus narkotika di kalangan mahasiswa mengalami penurunan. Sebelum pandemi, rata-rata sekitar 10 persen. Namun selama pandemi, menurun sekitar 4 hingga 5 persen," terangnya.

Bambang juga mengatakan, para mahasiswa yang ditangkap tersebut adalah pengguna narkotika.

"Rata-rata pengguna narkotika. Kami belum temukan adanya mahasiswa yang menjadi pengedar," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved